HANKAM

Siap-siap Standar Dunia 2029, Pushidrosal Uji Peta Laut Digital Baru di Teluk Jakarta

Pushidrosal
Komandan Pushidrosal Laksdya TNI Budi Purwanto foto bersama jajaran prajurit dan mitra pakar asing di depan KRI Spica-934 saat launching ENC S-101 dan sea trial produk S-100 di Teluk Jakarta, Kamis (17/9). (Foto: Dok. Dispen Pushidrosal)

Jakarta, IDM – Pusat Hidro-Oseanografi Angkatan Laut (Pushidrosal) menguji coba peta laut digital generasi terbaru di perairan Teluk Jakarta, Kamis (17/9). Pengujian lapangan (sea trial) ini menjadi bagian dari persiapan Indonesia menuju penerapan standar navigasi maritim internasional pada 2029 mendatang.

Komandan Pushidrosal Laksdya TNI Budi Purwanto memimpin langsung uji coba teknologi bernama peta navigasi elektronik (Electronic Navigational Chart/ENC) seri S-100 tersebut. Langkah ini menjadi pemutakhiran data pemetaan laut nasional agar sesuai dengan kualifikasi Organisasi Hidrografi Internasional (International Hydrographic Organization/IHO).

Baca Juga: Lima Kodam Baru akan Diumumkan di Acara Puncak HUT ke-81 TNI

"Roadmap ini mencerminkan komitmen Pushidrosal untuk meningkatkan kualitas dan pemanfaatan peta laut yang efektif, selaras dengan perkembangan standar IHO," kata Budi, dikutip dari keterangan Dispen Pushidrosal, Sabtu (19/9).

Pada tahap awal, tim Pushidrosal menguji empat modul utama sekaligus. Modul tersebut mencakup peta utama S-101, pemetaan kedalaman laut (S-102 Batimetri), pemantauan pasang surut (S-104), hingga analisis arus permukaan (S-111). Integrasi data ini membuat navigasi kapal perang TNI AL maupun pelayaran niaga menjadi lebih presisi dan aman.

Uji coba di Teluk Jakarta ini juga melibatkan pakar hidro-oseanografi dunia. Perwakilan dari Kantor Hidrografi Inggris (UK Hydrographic Office/UKHO) serta dua perusahaan teknologi maritim asal Kanada, OSI dan Teledyne CARIS, turun langsung memantau keandalan sistem di atas kapal.

Budi menjelaskan uji coba di Teluk Jakarta bertujuan memvalidasi performa sistem langsung di medan laut sebenarnya. Hasil evaluasi lapangan ini bakal menjadi bahan penyempurnaan sebelum Pushidrosal memboyong sistem ini ke area perairan yang lebih ganas.

Baca Juga: Puncak HUT ke-81 TNI, Terjunkan 51 Ribu Personel dan Pamerkan 900 Alutsista

"Melalui pengujian ini, Pushidrosal terus memperkuat kesiapan teknologi dan sumber daya dalam mendukung transformasi digital pemetaan laut," ujar Budi.

Setelah Teluk Jakarta, Pushidrosal bakal melanjutkan uji coba ke wilayah perairan dengan karakter arus dan pasang surut yang ekstrem. Pengujian lanjutan ini penting untuk memastikan sistem tetap akurat dan tangguh saat menghadapi kondisi laut yang lebih kompleks.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.