Siap-siap, Pemerintah Akan Bangun 5.500 Rumah Khusus Prajurit TNI AD

Jakarta, IDM – Pemerintah melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) bersama Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) tengah menyiapkan pembangunan Rumah Khusus untuk Anggota TNI Angkatan Darat (TNI AD).
Menteri PKP Maruarar Sirait (Ara) mengungkapkan rencana pembangunan rumah tersebut akan dimulai pada akhir Januari 2025 yang akan ditandai dengan peletakan batu pertama (groundbreaking).
Baca Juga: Anggaran Pertahanan Indonesia Diproyeksikan Akan Capai 1,5 Persen
"Rencananya ada sekitar 5.500 unit di 5 tempat, yakni di Serang sekitar 1900 unit, kemudian di Bantul, Bekasi, Bogor dan Brebes. Untuk BP Tapera tolong siapkan kuota FLPP-nya," kata Menteri Ara dalam keterangannya, Kamis, (16/1).
Menanggapi ini, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menyambut baik rencana bantuan pembangunan rumah untuk anggota TNI AD tersebut.
"Dengan pembangunan rumah ini diharapkan dapat membantu anggota TNI AD yang belum memiliki rumah untuk mempunyai hunian layak," ujarnya.
Sebelumnya KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak pada Kamis, (2/1/2025) berkunjung ke Istana Kepresidenan di Jakarta untuk melaporkan ke Presiden Prabowo Subianto.
Dalam laporannya Maruli mengatakan telah memperbaiki Rumah Dinas Prajurit sejumlah 2.596 unit dan pengadaan kendaraan dinas baru sejumlah 304 Unit serta perbaikan 221 koramil. Selain itu pembangunan puluhan berbagai sarana seperti kolam renang, prasana latihan, dan saran lainnya. (rr)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































