HANKAM

Setelah Upacara Kehormatan Militer, Para Prajurit Salat dan Makan Bersama di Bawah Terik Batujajar

Para prajurit.
Para prajurit menggelar salat dan makan bersama setelah upacara gelar pasukan operasional dan kehormatan militer di Pusat Pendidikan dan Latihan Pasukan Khusus (Pusdiklatpassus), Batujajar, Bandung, Minggu (10/8/2025). (IDM/Nirmala Maulana)

Jakarta, IDM – Momen kebersamaan terjalin di antara prajurit setelah upacara gelar pasukan operasional dan kehormatan militer di Pusat Pendidikan dan Latihan Pasukan Khusus (Pusdiklatpassus), Batujajar, Bandung, Minggu (10/8).

Sekitar 200 prajurit menggelar salat dan makan bersama di tanah lapang yang berjarak 500 meter dari Lapangan Suparlan, lokasi digelarnya upacara.

Mereka menggelar salat dan makan bersama tanpa alas, di bawah panas terik Batujajar. Sejumlah prajurit bahkan menggelar kertas kecil untuk meletakkan kepala mereka untuk bersujud.

Baca Juga: Presiden Prabowo Sematkan Jenderal Kehormatan ke Lima Purnawirawan dan Resmikan Wakil Panglima TNI di Batujajar

“Kalau makan, PDL-nya dipakai,” ujar salah satu komandan kepada para prajurit.

Diketahui, Presiden RI Prabowo Subianto memimpin upacara gelar pasukan operasional dan kehormatan militer di Lapangan Suparlan Pusdiklatpassus, Batujajar, pada hari ini.

Para prajurit.
Para prajurit menggelar salat dan makan bersama di tanah lapang yang berjarak 500 meter dari Lapangan Suparlan, lokasi digelarnya upacara. (IDM/Nirmala Maulana)

Dalam upacara itu, Prabowo selaku inspektur upacara menyematkan jenderal kehormatan bintang empat kepada lima purnawirawan, antara lain Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin, Kepala Badan Intelijen Negara Muhammad Herindra, mantan Menteri Penerangan M Yunus Sofiah, Direktur Utama Agrinas Palma Agus Sutomo, dan sesepuh Korps Marinir Ali Sadikin.

Para prajurit.
Prajurit menggelar salat dan makan bersama tanpa alas, di bawah panas terik Batujajar. (IDM/Nirmala Maulana)

Selain itu, Prabowo juga meresmikan Wakil Panglima TNI yang akan dijabat Letjen Tandyo Budi Revita. Jabatan Wakil Panglima TNI diisi kembali setelah 25 tahun kosong.

Baca Juga: Presiden Prabowo Sematkan Jenderal Kehormatan ke Lima Purnawirawan dan Resmikan Wakil Panglima TNI di Batujajar

Upacara tersebut juga meresmikan beberapa satuan baru. Kopassus, Korps Marinir, dan Kopasgat yang semula dijabat perwira (pati) bintang dua, kini dijabat pati bintang tiga bertitel panglima.

Upacara juga mengukuhkan pembentukan enam Kodam baru, 20 Brigade Infanteri Teritorial Pembangunan, dan 100 Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan di TNI AD, empat Komando Daerah TNI AL (Kodaeral) hingga Komando Daerah Angkatan Udara (Kodau).

Rangkaian upacara dimeriahkan atraksi militer spektakuler, mulai dari aksi paratrike dan paramotor dengan flying inflatable boat, flypast pesawat tempur, bela diri taktis, operasi serbuan gedung, operasi lintas udara dan gabungan, hingga victory jump dan high speed pass. (nma)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.