Setahun Bertugas, Prajurit Satgas Batalyon Mekanis UNIFIL Terima Brevet Garuda

Jakarta, IDM - Komandan Satgas Batalyon Mekanis XXIII-P/United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) Kolonel (Inf) Fikri Ferdian, menyematkan brevet Garuda kepada para prajuritnya di Lebanon, Rabu (1/3).
Penyematan brevet ini dilakukan setelah prajurit Satgas Batalyon Mekanis XXIII-P/UNIFIL menunaikan tugas dalam misi pemeliharaan perdamaian PBB di Lebanon selama setahun.
Baca Juga: Momen Kebersamaan Prabowo dan Presiden MBZ di UEA, Pererat Kerja Sama Pertahanan
Dalam sambutannya, Fikri menyampaikan rasa hormat dan bangga kepada seluruh prajurit yang menjalankan misi di Lebanon Selatan selama setahun dengan baik.

"Pencapaian hari ini hasil jerih payah serta kerja keras rekan-rekan sekalian. Terima kasih kepada prajurit Yon Mekanis XXIII-P atas semangat serta loyalistas melaksanakan tugas selama ini" ujar Fikri dikutip dari keterangan Puspen TNI, Jumat (3/3).
Pada kesempatan upacara Indobatt "Wings Day" ini, turut mengadakan tradisi peletakan plakat Main body Yonif 731/Kabaresi oleh Wakil Komandan Satgas Batalyon Mekanis XXIII-P/UNIFIL sekaligus Komandan Batalyon Infanteri 731/Kbr Letnan Kolonel (Inf) Yoyok Wahyudi.
Baca Juga: Kisah Kolonel Inf Sugiyono yang Berhasil Dapat Pin Emas dari Presiden Jokowi
Sebelumnya, brevet Garuda yang disematkan para prajurit Batalyon Mekanis XXIII-P/UNIFIL adalah lambang semangat pengabdian terhadap tugas dan tanggung jawab dalam mengemban dan melaksanakan misi pemeliharaan perdamaian seluruh dunia, termasuk di Lebanon. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































