HANKAM

Seskoal Bagikan 3.000 Porsi Makanan Bergizi ke TK-SMA di Cipulir

KSAL Laksamana Muhammad Ali
KSAL Laksamana Muhammad Ali meninjau para siswa SMA Hang Tuah 1 menikmati menu makanan bergizi gratis yang digelar oleh Seskoal, Cipulir, Jakarta, Selasa (14/1). (IDM/Septo Kun Wijaya)

Jakarta, IDM – Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Seskoal) membagikan 3.000 porsi makanan bergizi gratis untuk delapan sekolah di wilayah Cipulir, Jakarta Selatan, Selasa (14/1).

Distribusi makan bergizi gratis ini meliputi SDN Cipulir 01 Pagi, TK Hang Tuah 7, SD Plus Hang Tuah 4, SDN Cipulir 03 Pagi. SDN Cipulir 11, SMA Hang Tuah 1, SMP Hang Tuah 2 serta TK Islam Al-Ishlah.

"Pelaksanaannya sudah dua hari, ini hari yang kedua. Kemarin dimulai dan hari ini dilaksanakan lagi," ujar Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali saat di SMA Hang Tuah 1, Jakarta.

Baca Juga: Bakamla Berencana Bangun Dua Kapal Buatan Dalam Negeri

Ali melanjutkan, kegiatan tersebut akan berlangsung selama lima hari waktu sekolah, yakni Senin-Jumat. "Ini akan berjalan terus setiap hari selama jam sekolah kecuali hari libur dan ini akan dilaksanakan di beberapa titik," sambungnya.

Pantauan Indonesia Defense Magazine, Ali meninjau para siswa SMA Hang Tuah 1 Jakarta menikmati satu porsi makanan gratis saat waktu makan siang, sekitar pukul 12.00 WIB.

Setiap siswa mendapatkan kotak makan “ompreng" yang di dalamnya terdapat menu karbohidrat dan potrein, yaitu nasi beserta lauk pauk yang terdiri dari ayam, sayur wortel dan buncis, tempe hingga dilengkapi buah pisang.

Baca Juga: Bakti Sosial TNI, Bantu Kaki Palsu untuk Warga Papua

Dia mengungkapkan, satu porsi makanan bergizi yang dibagikan kepada 8 sekolah di wilayah Cipulir ini senilai Rp15.000 dengan rincian Rp10.000 untuk total harga menu dan Rp5.000 untuk pelaksanaan distribusi.

"Harapannya ini bisa berlangsung dengan baik dan cepat untuk memenuhi gizi," kata Ali.

Dalam beberapa waktu ke depan, Ali berharap TNI AL dapat mencapai target pelaksanaan makan bergizi gratis di 96 titik masing-masing satuan komando wilayah (Satkowil) dan satuan non-komando wilayah (Satnonkowil) yang tersebar di seluruh Indonesia.

"TNI AL (menargetkan) 96 titik di seluruh wilayah kerja TNI AL di Indonesia. TNI AL rencananya dapat mendukung 3.000 hingga 4.000 porsi setiap pelaksanaanya," imbuhnya.

Baca Juga: TNI Targetkan Cetak 10.000 Sawah di Kalimantan Utara

Adapun 10 titik untuk program makan bergizi gratis yang diselenggarakan oleh TNI AL, meliputi Pangkalan Utama Angkatan Laut (Lantamal) VI , Makassar, Sulawesi Selatan; Lanal Malang, Jawa Timur; Lanal Biak, Papua; Sekolah Staf Komando Angkatan Laut (Seskoal)

Kemudian, Komando Pendidikan Marinir (Kodikmar); Brigif 1 Marinir; Brigif 2 Marinir; Brigif 4 Marinir; Resimen Bantu Tempur (Menbapur) 2 Marinir; dan Batalyon Infanteri (Yonif) 8 Marinir.

"Sekarang yang tersedia baru 10 (titik) sementara 3 titik yang (saat ini) sudah disiapkan," pungkasnya. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.