Sertu (K) Rena Agustien Jadi Kowad Pertama yang Terima "Wikan Chakti Pratama"

Jakarta, IDM – Sersan satu (Sertu) (K) Rena Agustien, mahasiswi Politeknik Angkatan Darat (Poltekad) jadi Korps Wanita Angkatan Darat (Kowad) pertama yang menerima "Wikan Chakti Pratama" dalam sejarah berdirinya Poltekad.
Wikan Chakti Pratama atau mahasiswa dengan nilai terbaik diterima Rena dengan IPK 3,95 dari Prodi Teknik Elektronoka Sistem Senjata (Elkasista).
Penyerahan penghargaan Wikan Chakti Pratama diserahkan langsung oleh Komandan Kodiklat TNI AD, Letnan Jendral TNI Widi Prasetijono.
Baca Juga: TNI AD Gelar Simulasi Penanganan Konflik Bersenjata Non Internasional
Rena lahir di Trenggalek 19 Agustus 1996, adalah putri ketiga dari tiga bersaudara pasangan Pembantu Letnan Satu (Peltu) (Purn) Djuri dan Ibu Romlah. Rena adalah almamater Bintara PK TNI AD lulusan tahun 2018 (PK 25) yang mengawali karirnya berdinas di Pusdikkowad Kodiklatad.
Dilansir dari keterangan Penpoltekad Jumat, (2/8) dikatakan awal menempuu pendidikan di Poltekad, Rena termasuk mahasiswa yang pendiam dan minder namun dalam perkembangannya ia termotivasi untuk belajar dan mengikuti lomba karya ilmiah dan inovasi mahasiswa.
"Salah satu prestasinya adalah tim mampu meraih 3 kategori penghargaan yaitu 1st Best Video Innovation, 1st Best Presentation dan 2nd Best Innovation pada kompetisi inovasi digital International Youth Innovation Summit diselenggarakan di Kuala Lumpur, Malaysia (27-29/10/2023) lalu," tulis keterangan Penpoltekad.
Baca Juga: Tradisi Turun-temurun di TNI, Penyucian Bendera Tunggul Satuan
Saat diwawancara, kedua orang tua Rena sangat bangga dengan prestasi anaknya ini. Menurut mereka Rena biasanya hanya meminta doa restu jika tes ataupun mengikuti lomba.
"Kami bersyukur anak kami bisa menyelesaikan pendidikan dengan baik dan hasil yang memuaskan. Anak kami biasanya minta doa restu mengikuti lomba semoga hasilnya terbaik. Saya tidak menyangka dia lulusan terbaik. Harapan kami semoga bisa bermanfaat bagi orang disekelilingnya, diberi kelancaran dalam meniti karir dalam militer maupun mengikuti pendidikan lanjutan," kata orang tua Rena. (rr)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































