HANKAM

Sertijab Dankopasgat, KSAU: Adaptif dan Tingkatkan Kemampuan untuk Hadapi Perang Modern

KSAU
KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo saat memberikan tongkat komando kepada pejabat Komandan Kopasgat yang baru Marsda TNI Wahyu Hidayat. (Foto: Dok. Dispenau)

Jakarta, IDM – Komando Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat) TNI Angkatan Udara (TNI AU) kini memiliki pucuk pimpinan baru. Jabatan strategis tersebut kini diemban oleh Marsda TNI Wahyu Hidayat usai acara serah terima jabatan (Sertijab) yang dipimpin oleh Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo di Mako Kopasgat, Bandung, Senin (6/3).

Dikutip dari keterangan Dispenau, Selasa (7/3), Wahyu sebelumnya tercatat mengemban amanat sebagai Komandan Paspamres. Sementara itu, pejabat Dankopasgat yang lama yakni Marsda TNI Tapin Hasan akan menempati posisi baru di Mabes TNI.

Baca Juga: Momen Kebersamaan Prabowo dan Presiden MBZ di UEA, Pererat Kerja Sama Pertahanan

Dalam amanatnya, Fadjar berpesan agar satuan elite TNI AU ini selalu beradaptasi dengan dinamika dan tantangan tugas di masa depan, khususnya yang terkait dengan perang modern.

KSAU
KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo saat mengecek kesiapan prajurit dalam upacara serah terima jabatan Komandan Kopasgat TNI AU. (Foto: Dok. Dispenau)

"Kopasgat dituntut mampu menghadapi tantangan perang modern mulai dari perang asimetris, hibrida, siber, proksi, hingga melaksanakan network centric warfare," ungkapnya.

Salah satu upaya untuk bisa menjawab tantangan tersebut adalah dengan meningkatkan kualitas para personel. Untuk itu, KSAU menegaskan jika Komandan Kopasgat memiliki peran penting dalam pembangunan dan pembinaan, baik dari sisi personel maupun satuan.

Baca Juga: Enam Perwira TNI AU Pelajari Strategi Manajemen Pertempuran Udara di Prancis

Para prajurit Kopasgat TNI AU harus terus berupaya meningkatkan kualitas diri melalui pendidikan dan latihan, termasuk di dalamnya meningkatkan kemampuan akademis serta literasi.

Selain untuk menjawab tantangan tugas, peningkatan kualitas tersebut juga akan bermanfaat sebagai modal dalam menghadapi persaingan di era global yang semakin kompetitif. (yas)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.