Enam Perwira TNI AU Pelajari Strategi Manajemen Pertempuran Udara di Prancis

Jakarta, IDM - TNI Angkatan Udara (TNI AU) mengirim enam personelnya ke Prancis untuk mengikuti pendidikan Manajemen Pertempuran Udara atau Air Battle Management (ABM) di Defense Conseil International (DCI) yang berlangsung selama tiga minggu, mulai 27 Februari sampai 17 Maret 2023.
Keenam Perwira Pertama (Pama) TNI AU tersebut terdiri dari Mayor Lek Juliar Adi Prasetya sebagai ketua delegasi, Mayor Pnb Satria Tikwana, Mayor Lek Adris, Mayor Lek Soni Rizani, Kapten Lek M. Ichsan, dan Lettu Lek Fariz Al Qurny. Mereka merupakan delegasi pertama TNI AU yang dikirim untuk mengikuti pendidikan ABM di Prancis.
Baca Juga: Momen Kebersamaan Prabowo dan Presiden MBZ di UEA, Pererat Kerja Sama Pertahanan
Selama berada di DCI, delegasi TNI AU akan mempelajari ilmu Manajemen Pertempuran Udara langsung dari para instruktur DCI, di mana fokus materi akan berkisar tentang ancaman udara, perencanaan operasi udara, pelaksanaan operasi udara, pertahanan siber, dan manajemen sumber daya manusia (SDM). Nantinya, materi-materi yang telah dipelajari akan disimulasikan dalam suatu latihan terpadu.

Dikutip dari keterangan Dispenau dalam akun Instagram @militer.udara, Senin (6/3), pada kesempatan yang sama, keenam personel TNI AU pun dapat berinteraksi dan bertukar pengetahuan dengan delegasi Uni Emirat Arab (UEA).
Baca Juga: KSAD Ganti Dua Jabatan Strategis di Angkatan Darat, Ini Nama-namanya
Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kerja sama serta interoperabilitas di antara perwira angkatan udara kedua negara. (yas)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































