Serah Terima Bintara dan Tamtama Remaja, Ini Pesan Pangdivif 3

Jakarta, IDM – Panglima Divisi Infanteri 3 Kostrad, Mayjen TNI Bangun Nawoko pimpin apel pelepasan serta serah terima bintara dan tamtama remaja Divif 3 kepada satuan jajaran Divif 3 di Markas Divif 3 Kostrad, Pakatto, Gowa, Senin (8/7).
Bintara dan tamtama remaja tersebut, telah menjalani masa penampungan yang menjadi tradisi dalam satuan ini. Masa penampungan yang berjalan selama tiga minggu tersebut bertujuan untuk menanamkan jiwa korsa, soliditas, dan semangat pengabdian.
Baca Juga: Kodam IV/Diponegoro Kerahkan 1000 Personel Amankan Konflik di Kantor Gubernur Jateng
Selain itu, mereka juga melaksanakan kegiatan penanaman pohon di Center Sport Divif 3 Kostrad, untuk menumbuhkan rasa memiliki dan kebanggaan sebagai prajurit Divisi Infanteri 3 Kostrad.
"Profesi prajurit adalah profesi yang sangat mulia karena ia mendedikasikan dirinya untuk mengawal keluhuran bangsa ini, menjaga keutuhannya, menjaga tumpah darahnya, dan memastikan bendera merah putih tetap berkibar di tiang yang paling tinggi,” ujar Bangun dalam rilis yang diterima pada Selasa (9/7).
Ia juga menekankan pentingnya menjaga kehormatan pribadi, keluarga, dan nama baik satuan sebagai prajurit profesional.
Baca Juga: Prajurit Tombak Sakti Sweeping Malam Hari di Perbatasan RI-PNG
"Hari ini, saya juga mewakili sebagai orang tua kalian. Sebagai orang tua, pasti berharap anaknya sehat, baik-baik saja, dan hidup sejahtera," ujarnya.
"Hiduplah sesuai dengan kemampuan kita, jangan mudah terpengaruh oleh lingkungan yang tidak baik dan jangan memaksakan diri karena itu akan menyakitkan kita,” lanjutnya. (nhn)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































