HANKAM

Sentil Proyek di Daerah 3T, KSAD Maruli: Kita Kerjakan yang tak Terjangkau Kementerian

TNI AD
TNI AD saat membangun jembatan gantung di Jorong Kampung Alai, Nagari Ganggo Mudik, Kecamatan Bonjol, Kabupaten Pasaman, Sumatra Barat, Sabtu (21/2). (Foto: Dok. Dispenad)

Jakarta, IDM – Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak mengatakan kehadiran TNI AD untuk mengerjakan hal-hal yang tidak terjangkau oleh kementerian.

Ia membeberkan misalnya proyek-proyek pemerintah di daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T). Menurut Maruli, TNI memosisikan diri sebagai eksekutor cadangan. Mereka bergerak bukan untuk bersaing dengan kementerian atau pun pihak swasta, melainkan mengisi ruang kosong yang ditinggalkan karena keterbatasan logistik atau anggaran.

Baca Juga: Disinggung soal Prajurit Ikut Urus Begal, KSAD Maruli Beri Jawaban Menohok

"Misalnya daerah 3T, di pulau-pulau ya. Karena nilai project-nya nggak besar, tapi pekerjaannya perlu transportasi yang luar biasa. Nah, nanti sebentar lagi ada kegiatan kita di pulau-pulau terluar, nanti kita coba," kata Maruli usai rapat dengan Komis 1 DPR RI beberapa waktu lalu.

Lebih lanjut Maruli mencontohkan proyek bernilai relatif kecil, misalnya Rp 200 juta, di lokasi yang sulit dijangkau seperti Pulau Nias. Proyek seperti ini sering kali tidak menarik bagi pihak swasta atau kontraktor umum karena biaya operasional yang tinggi.

"Jadi bukannya project itu diambil duluan oleh TNI tapi yang tidak bisa dilakukan baru kita TNI lakukan," kata Maruli.

Baca Juga: Kapuskesau Sambut Personel Kesehatan TNI AU dari Misi UNIFIL Lebanon

TNI AD akhir-akhir ini gencar mengerjakan proyek-proyek strategis pemerintah. Terbaru, saat bertemu Presiden Prabowo Subianto, Selasa (9/6) kemarin di Istana Merdeka, Jakarta, Maruli melaporkan perkembangan berbagai program strategis yang dilaksanakan oleh TNI, termasuk capaian program yang secara langsung mendukung pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Capaian tersebut di antaranya, perkembangan program listrik masuk Papua, khususnya di wilayah pegunungan, yang hari ini telah menjangkau lebih dari 200 desa, ​pembangunan jembatan gantung Garuda yang menghubungkan desa-desa di berbagai wilayah Indonesia terus berjalan dan saat ini telah mendekati 2.000 titik dan program pipanisasi serta pembangunan sumur bor di wilayah yang mengalami keterbatasan akses air bersih juga terus ditingkatkan. Hingga Juni 2026, jumlah titik pembangunan telah mendekati 2.000 lokasi dan memberikan manfaat bagi sekitar satu juta warga.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Prajurit Denjaka

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut

Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.