HANKAM

Senin Depan, KRI Brawijaya-320 Singgah di Jakarta dan Disambut Presiden Prabowo

KRI Brawijaya-320
KRI Brawijaya-320 melintas di Selat Sunda, Kamis (4/9) usai berlayar dari Italia sejak akhir Juli. (Foto: Dok. Koarmada I)

Jakarta, IDM – KRI Brawijaya-320 dijadwalkan singgah di Tanjung Priok, Jakarta, pada Senin pekan depan. Kapal perang terbaru milik TNI AL ini sebelumnya berlayar dari Italia menuju Indonesia.

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama Tunggul menjelaskan, pelayaran KRI Brawijaya-320 dari Italia memakan waktu 23 hari.

“Kapal ini akan tiba di Jakarta, pada 8 September,” jelas Tunggul saat dihubungi Indonesia Defense Magazine, Jakarta, Jumat (5/9).

Baca Juga: Menhan Sjafrie Dampingi Presiden Prabowo Hadiri Peringatan Maulid Nabi dan Istighosah Kebangsaan

Ia melanjutkan, kehadiran KRI Brawijaya-320 di Jakarta rencananya juga disambut langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto bersama sejumlah pejabat tinggi negara dan TNI.

“Kemudian, KRI Brawijaya pada 9 September direncanakan bertolak ke Surabaya, untuk bertugas di bawah jajaran Koarmada II, Satuan Kapal Eskorta (Satkor)” lanjut Tunggul.

Pada Kamis (4/9) kemarin, kapal perang patroli lepas pantai (OPV) buatan Italia ini melintas di Selat Sunda dan melakukan rangkaian latihan laut bersama KRI Sultan Thaha Syaifuddin-376 dan KRI Lambung Mangkurat-374.

Komandan KRI Sultan Thaha Syaifuddin-376 Letkol Laut (P) Ary Mahayasa, mengungkapkan posisi kapal perangnya bersama KRI Lambung Mangkurat-374 sedang dalam tugas patroli di kawasan perairan barat Indonesia.

Baca Juga: Kapan Patroli Skala Besar TNI AD Selesai? Ini Jawaban Kadispenad

“Kegiatan diawali di titik pertemuan, dilanjutkan komunikasi antarunsur menggunakan radar, sistem identifikasi otomatis kapal (AIS), serta radio FM. Setelah itu, pemeriksaan komunikasi antara KRI Brawijaya-320 dan KRI Lambung Mangkurat-374,” ungkap Ary, dikutip dari siaran pers Dispen Koarmada I.

Kemudian, kedua kapal perang tersebut melakukan rangkaian latihan laut bersama KRI Brawijaya-320 yang meliputi prosedur gabungan di udara bersama pesawat CN-235, komunikasi menggunakan bendera (flaghoist), pembentukan formasi tempur Jaladhipa, serta defile laut (sail pass) yang dipimpin KRI Brawijaya-320.

“Selanjutnya, kapal perang kami melanjutkan pelayaran menuju sektor patroli yang telah ditentukan,” pungkasnya. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.