HANKAM

Sempat Terhenti Kena Abu Anak Krakatau, Proyek Dermaga Kapal Induk Lampung Berjalan Lagi

ITS Giuseppe Garibaldi
Kapal induk ITS Giuseppe Garibaldi. (Foto: Dok. seaforces)

Jakarta, IDM – Penyiapan dermaga di Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Lampung untuk menyambut kapal induk Garibaldi memasuki tahap akhir (finishing). Pengerjaan fasilitas pangkalan ini sempat terganggu akibat sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda.

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Tunggul memastikan pengerjaan fisik di Lanal Lampung terus berjalan. TNI AL mengejar penyelesaian fasilitas pangkalan agar siap saat kapal perang asal Italia itu merapat.

Baca Juga: Kemhan: Biaya Operasi Kapal Induk Garibaldi Tergantung Kebutuhan, Operasional AL Italia tak Bisa jadi Patokan

"Untuk kesiapan infrastruktur Pangkalan di Lampung sementara progress finishing yang diharapkan saat kedatangan Garibaldi ke Indonesia di akhir September sudah rampung," kata Tunggul saat dikonfirmasi, Selasa (8/9).

Pengerjaan di Lanal Lampung meliputi perluasan area dermaga serta pemasangan jaringan listrik tegangan tinggi (shore power). Pasokan daya darat ini berfungsi menyuplai listrik penuh ketika mesin kapal berbobot 14.150 ton tersebut mati saat bersandar.

TNI AL juga memasang sistem tambat khusus untuk menahan guncangan kapal sepanjang 180,2 meter ini. Seluruh fasilitas pangkalan disiapkan untuk menunjang operasional kapal yang difokuskan pada misi Operasi Militer Selain Perang (OMSP), seperti bantuan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Saat ini kapal induk Garibaldi sedang melintasi perairan Laut Arab usai berlayar dari Italia sejak 24 Agustus 2026. Kapal dijadwalkan tiba di Indonesia pada 17 September, lalu menjalani pengukuhan nama baru KRI Gadjah Mada pada 25 September yang rencananya diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto.

Baca Juga: TNI AL Siapkan Kapal Induk Garibaldi jadi Pangkalan Helikopter Pemadam Karhutla

Usai resmi bersandar dan berganti nama, kapal induk pertama Indonesia ini disiapkan tampil dalam manuver laut (sailing pass) serta menjadi kapal VVIP pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 TNI pada 5 Oktober mendatang.

"Sesuai rencana awal Garibaldi akan dilibatkan sebagai salah satu unsur sailing pass dalam rangka HUT TNI ke-81 serta sekaligus sebagai Kapal VVIP," kata Tunggul.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.