HANKAM

Kemhan: Biaya Operasi Kapal Induk Garibaldi Tergantung Kebutuhan, Operasional AL Italia tak Bisa jadi Patokan

Kapal induk ITS Giuseppe Garibaldi
Kapal induk ITS Giuseppe Garibaldi. (Foto: Dok. Wikimedia by US Navy Photo)

Jakarta, IDM – Kementerian Pertahanan RI mengatakan, biaya operasional kapal induk ITS Giuseppe Garibaldi akan tergantung pada pola operasi dan kebutuhan dari TNI Angkatan Laut.

“Besaran biaya nantinya akan sangat bergantung pada pola operasi, intensitas penggunaan, kebutuhan pemeliharaan serta konfigurasi kapal setelah refurbishment,” kata Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemhan RU Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait dalam keterangannya, Selasa (8/9).

Baca Juga: TNI AL Siapkan Kapal Induk Garibaldi jadi Pangkalan Helikopter Pemadam Karhutla

Rico menambahkan, pengoperasian Angkatan Laut Italia terhadap ITS Giuseppe Garibaldi tidak bisa menjadi patokan biaya operasional nantinya.

“Karena kebutuhan dan pola operasinya tidak serta-merta sama dengan ketika kapal dioperasikan Angkatan Laut Italia, maka angka biaya operasional AL Italia tidak bisa langsung dijadikan patokan untuk pengoperasian oleh TNI AL,” tutur Rico.

Rico juga belum bisa memastikan angka retrofit atau refurbishment terhadap ITS Giuseppe Garibaldi. Sebelumnya, Anggota Komisi I dari Fraksi PDI-P, TB Hasanuddin menyinggung biaya retrofit Garibaldi menyentuh Rp 16 triliun.

Baca Juga: Posisi Terkini Kapal Induk Garibaldi: Tembus Laut Arab, Tiba di Indonesia 17 September

“ITS Giuseppe Garibaldi nantinya akan menjalani refurbishment yang disesuaikan dengan kebutuhan operasional TNI AL. Sehingga angka Rp 7-16 triliun sebagai biaya refurbishment atau retrofit yang akan dikeluarkan Kemhan tidak terkonfirmasi,” kata Rico.

Diketahui, ITS Giuseppe Garibaldi merupakan kapal hibah dari pemerintah Italia. Nantinya, kapal induk tersebut akan berganti nama menjadi KRI Gajah Mada. Saat ini, Garibaldi sedang dalam perjalanan menuju Indonesia.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.