HANKAM

Seminar di Cina, TNI AL Bahas Implementasi Operasi Penanggulangan Bencana

Delegasi TNI AL
Delegasi TNI AL terlibat acara simposium angkatan laut di Guangzhou, Cina, Kamis (11/7). (Foto: Dok. Dispenal)

Jakarta, IDM –  Delegasi TNI AL berkesempatan menjadi pembicara dalam simposium Western Pacific Naval yang membahas operasi bantuan kemanusiaan dan bencana alam. Kegiatan ini berlangsung dari 9-11 Juli di Guangzhou, Cina.

Dikutip dari keterangan Dispenal, Jumat (12/7), delegasi TNI AL yang dipimpin Komandan KRI Sultan Nuku-373 Letkol Laut (P) Eko Darmawan, memaparkan pengalaman dalam operasi penanggulangan bencana alam dan kemanusiaan di Indonesia dari pelatihan hingga kegiatan search and rescue (SAR).

Baca Juga: Militer Filipina Kunjungi Kopassus Bahas Kerja Sama Pendidikan dan Latihan

Selain membahas tentang implementasi operasi penanggulangan bencana alam dan kemanusiaan, Eko juga mengemukakan rencana latihan multilateral Naval Exercise Komodo (MNEK) ke-5 yang dilaksanakan di Bali, pada Februari 2025 mendatang.

Delegasi TNI AL
(Foto: Dok. Dispenal)

Adapun dalam simposium Western Pacific Naval tersebut, sejumlah angkatan laut dari berbagai negara yang menjadi peserta saling berdiskusi dan bertukar pikiran hingga berbagai pengalaman operasi penanggulangan bencana alam dan kemanusiaan yang pernah dilaksanakan oleh masing-masing negara.

"Selain itu, dalam kegiatan tersebut juga dilaksanakan Table Top Exercise (TTX) operasi penanggulangan bencana alam dan kemanusiaan serta SAR dengan materi perencanaan dan implementasi operasi yang melibatkan kekuatan multinasional," ujar Kadispen I Made Wira Hady Arsanta dalam keterangannya, Jumat (12/7).

Baca Juga: Rimpac 2024: Marinir Indonesia-AS Latih Kemampuan Mobilitas Udara Taktis di Hawaii

Delegasi TNI AL
(Foto: Dok. Dispenal)

Sebanyak 18 negara tercatat mengikuti kegiatan simposium tersebut antara lain Australia, Brunei Darussalam, Kamboja, Kanada, Prancis, Indonesia, Korea Selatan, Malaysia, Rusia, Singapura, Thailand, Amerika Serikat, Vietnam, Bangladesh, Meksiko, Pakistan, Inggris, dan Cina.

Delegasi TNI AL yang terlibat dalam simposium Wester Pacific Naval, yaitu Paban V Straops dan Diplomasi Sopsal selaku Ketua Delegasi yaitu Kolonel Laut (P) Alfred Daniel Matthews serta anggota delegasi Letkol Laut (P) Eko Darmawan dan Kapten Laut (P) Anugrah Aldino Putra. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.