Sembari Tunggu Keputusan PBB, TNI Siapkan Kandidat Pati Bintang 3 untuk Pimpin Misi Gaza

Jakarta, IDM – TNI menyiapkan beberapa kandidat perwira tinggi bintang tiga untuk memimpin misi kemanusiaan di Jalur Gaza, Palestina.
Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen (Mar) Freddy Ardianzah mengatakan, penyiapan itu sembari menunggu keputusan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan pemerintah.
“Yang jelas, komandan akan berasal dari perwira tinggi bintang tiga yang memiliki pengalaman memadai dalam operasi gabungan dan operasi multilateralisme,” ujar Freddy dalam keterangannya, dikutip Kamis (27/11).
Baca Juga: TNI AD Redam Perang Suku dan Evakuasi Warga di Tengah Konflik Pilkada
Nantinya, komandan berkedudukan sebagai Force Commander yang memimpin seluruh unsur kontingen Indonesia dalam misi kemanusiaan dan penjaga perdamaian.
Komandan tersebut akan mengendalikan operasi seluruh elemen di tiga brigade komposit; mengatur koordinasi dengan PBB, negara-negara kontributor pasukan, serta otoritas setempat; memastikan keselamatan personel dan efektivitas misi kemanusiaan; hingga menjaga netralitas dan mematuhi mandat PBB.
“Komandan akan bermarkas di wilayah operasi sesuai struktur misi PBB. Namun, pola pengerahan disesuaikan dengan kebutuhan lapangan, keamanan, dan keputusan PBB,” kata Freddy.
Adapun penunjukan perwira tinggi bintang tiga untuk dijadikan komandan didasarkan pada skala operasi besar yang melibatkan tiga brigade komposit hingga kompleksitas tugas.
TNI mensyaratkan calon komandan memiliki pengalaman operasi gabungan TNI, penugasan internasional atau pendidikan luar negeri, pemahaman mengenai operasi pemeliharaan perdamaian, serta diplomasi militer dan komunikasi strategis.
Rencananya, kontingen Indonesia ke Gaza akan terdiri dari tiga Brigade Komposit. Dalam satu brigade akan terdapat batalion kesehatan, batalion zeni, dan batalion bantuan mekanis.
“Kemudian juga ada unsur udara, kita menyiapkan helikopter, kemudian pesawat C-130 Hercules,” kata Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto setelah rapat bersama Komisi I DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Senin (24/11).
TNI juga menyiapkan dua kapal bantu rumah sakit (KBRS) TNI AL, lengkap dengan helikopter di Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) tersebut. (nma)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































