Semarak Merah Putih di Tanah Mimika, Warga Nyatakan Tolak Separatis

Jakarta, IDM - Kodim 1710/Mimika yang merupakan satuan jajaran Korem 174/ ATW menggelar semarak merah putih cinta tanah air dan pernyataan sikap dari masyarakat menolak KST di wilayah Kab. Mimika dengan tema "Satu Dayung Untuk Indonesia". Aksi Pawai tersebut digelar di Kamp. Atapo Distrik Mimika Barat, Kabupaten Mimika, Kamis, (15/6).
Kegiatan aksi pawai merah putih cinta tanah air dan pernyataan sikap menolak KST diikuti oleh para unsur TNI/Polri, tokoh, aparat kampung, dan masyarakat dari 7 kampung dari Distrik Mimika Barat yang berjumlah ± 400 orang. Peserta yang mengikuti pawai menggunakan perahu dan memakai sejumlah atribut berciri khas merah putih, dengan titik start di Sungai Kokonao dan finish di Dermaga Kampung Atapo. masyarakat sangat antusias mengikuti kegiatan ini.
Baca Juga: Asah Keterampilan, Instruktur Terjun Wingdik 800/Pasgat Dapat Pelatihan dari Juara Dunia Free Fly
Dalam sambutannya, Dandim 1710/Mimika Letkol Inf Dedy Dwi Cahyadi, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mencintai dan setia terhadap NKRI.

"Melalui kegiatan Ini saya mengajak kepada Bapak dan Ibu sekalian, mari kita terus bergandeng tangan dan bersatu padu untuk selalu menjaga keutuhan negara yang kita cintai bersama dari pihak-pihak yang ingin memecah belah kita dan negara kita," kata Letkol Dedy.
Baca Juga: KSAU Terima Laporan Kenaikan Pangkat 5 Pati TNI AU, Salah Satunya Wadan Kodiklatau
Kegiatan ditutup dengan pernyataan sikap dari masyarakat menolak KST di wilayah Kabupaten Mimika yang di wakili oleh Germanus Weyaru (Kepala Suku Besar Mimika di Kokonao).
"Ini merupakan acara yang kami tunggu, di mana sejak awal bendera naik tahun 1945, para pendahulu tidak pernah berpikir untuk merubah haluan negara. sehingga kami sebagai penerus berdiri tegak sebagai Warga NKRI dan kami menolak kegiatan separatis di Kabupaten Mimika serta kami mendukung penuh program pembagunan serta keamanan di atas Kabupaten Mimika," ucap Germanus. (rr)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































