HANKAM

Semarak HUT ke-77, TNI AU Ajak Masyarakat Saksikan Langsung Manuver Pesawat di Lanud Halim Perdanakusuma

Kadispenau
Kadispenau Marsma TNI Indan Gilang Buldansyah. (IDM/ Faisal Ramadhan)

Jakarta, IDM - Kepala Dinas Penerangan Angkatan Udara (Kadispenau) Marsma TNI Indan Gilang Buldansyah mengungkapkan, TNI Angkatan Udara (TNI AU) mengundang masyarakat untuk menyaksikan secara langsung aksi demo udara dan demo darat upacara peringatan HUT ke-77 TNI AU di Taxy Way Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta pada Minggu (9/4).

“Jadi mulai hari ini sudah diumumkan (jika) masyarakat di sekitar Jakarta, Jabodetabek bisa datang ke sini (Lanud Halim Perdanakusuma),” ungkap Indan kepada awak media usai gladi bersih upacara peringatan HUT ke-77 TNI AU, Kamis (6/4).

TNI AU
Manuver udara pesawat tempur TNI AU saat gladi bersih upacara peringatan HUT ke-77 TNI AU di Taxy Way Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta. (IDM/Faisal Ramadhan)

Bagi masyarakat yang ingin merasakan kemeriahan perayaan hari jadi TNI AU ini, Indan menyebut jika pihaknya telah menyediakan fasilitas transportasi dari pintu masuk yang akan mengantarkan mereka sampai ke lokasi upacara. Acara ini pun gratis dan terbuka untuk umum.

Baca Juga: Skuadron 800 Wing Udara 1 Puspenerbal Laksanakan Intai Udara Maritim

“Kita ada (sejumlah) titik masuk. Ada yang dari Cawang, Pondok Gede, ada dari Kalimalang. Nanti disiapkan titik-titik parkir dan kita siapin shuttle bus. Jadi, ada angkutan kota TransHalim yang akan mentransfer masyarakat ke sini (Taxy Way Lanud Halim Perdanakusuma),” tambah Kadispenau.

Tidak ada syarat khusus, namun Indan berpesan agar masyarakat yang hadir berada dalam kondisi yang sehat lantaran cuaca di Lanud yang menurutnya cukup terik. “Yang penting sehat, fit karena (cuaca) lumayan panas,” jelasnya.

TNI AU
Manuver udara Jupiter Aerobatic Team saat gladi bersih upacara peringatan HUT ke-77 TNI AU di Taxy Way Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta. (IDM/Faisal Ramadhan)

Berdasarkan pantauan IDM saat pelaksanaan gladi bersih pada hari ini, demo darat peringatan HUT ke-77 TNI AU pada hari Minggu nanti akan diisi dengan penampilan memukau dari Taruna Akademi Angkatan Udara yang tergabung dalam Gita Dirgantara Drumband serta operasi pembebasan sandera yang dipertunjukkan oleh para prajurit Kopasgat andal dan terlatih.

Baca Juga: Melihat Persiapan Perayaan HUT TNI Angkatan Udara yang ke-77

Sementara itu, dalam demo udara, puluhan pesawat TNI AU dengan berbagai jenis mulai dari unsur tempur, transportasi/angkut, hingga helikopter siap untuk melakukan fly pass dan manuver udara.

Di antaranya, fly pass Giant Flag bendera Merah Putih dan bendera Swa Bhuwana Paksa TNI AU, dog fight tiga pesawat tempur TNI AU, serta atraksi menghias langit Jakarta yang disuguhkan oleh Jupiter Aerobatic Team dan Dynamic Pegasus. (yas)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.