HANKAM

Sejumlah Barang Selundupan Digagalkan TNI AD di Perbatasan RI-RDTL, Ini Daftarnya

Satgas Yonif 741/GN
Barang-barang selundupan yang digagalkan Satgas Yonif 741/GN di perbatasan RI-RDTL. (Foto: Dok. Pendam XI/Udayana)

Jakarta, IDM – Momen pergantian tahun, Satgas Yonif 741/GN melaksanakan pengecekan hasil Penggagalan Penyelundupan (Galdup) dan Senjata Munisi dan Bahan Peledak (Jatmuhandak) selama tahun 2024 bertempat di Mako Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur, beberapa waktu lalu.

Dansatgas Yonif 741/GN Letkol Inf Sy Gafur Thalib dalam keterangannya dikutip dari Pendam XI/Udayana, Kamis, (2/1) mengatakan sejak 18 September hingga 31 Desember 2024 pihaknya telah berhasil melaksanakan sejumlah galdup diantaranya 12.640 buah Petasan, 90.000 butir Peluru Senapan Angin, 14 ballpres Pakaian Bekas, 31 liter BBM, 30 Kg Tembakau, 32 Kg Sosial Ayam merek Perdix, 20 Pcs Bibit Sayur, 10 botol Suplemen Ayam, 3 ekor Hewan, 1 karung Pakan Ternak dan 2 unit Sepeda Motor.

Baca Juga: Rencana Poltekad, Gunakan Inovasi Ban Tanpa Udara Pada Ranpur TNI AD

Sementara itu untuk hasil Penyerahan Jatmuhandak dari Penggalangan Satgas Yonif 741/GN ke masyarakat antara lain 8 pucuk Senjata Api jenis Springfield, 3 pucuk Senjata Rakitan, 1 buah Granat Nanas, 1 buah Granat Manggis, 47 butir Munisi kaliber 5,56 mm, 36 butir Munisi kaliber 7,62 mm, 8 butir Munisi Pistol kaliber 11,5 mm, 70 butir Munisi Shotgun dan 1 butir Munisi Isyarat.

Baca Juga: Dankormar Berikan Pesan Khusus kepada 40 Perwira Marinir, Ada Apa?

"Ini merupakan pencapaian yang membanggakan karena dengan keberadaan kami berjalan empat bulan telah berhasil menggagalkan banyak penyelundupan dan menemukan beberapa jenis Senjata Springfield dan Rakitan, Granat, serta Munisi sisa peninggalan perang zaman dulu. Tetap semangat dan terus laksanakan pendekatan dengan masyarakat sekitar, dengan tetap mengutamakan faktor keamanan," katanya. (rr)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.