HANKAM

Sejarah Tercipta! 2 Komandan Batalion OPM dan 35 Anggota Kembali ke NKRI

senjata OPM
Pengucapan ikrar setia dipimpin langsung oleh Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III (Pangkogabwilhan III) Letjen TNI Lucky Avianto di Lapangan Makodam Kodam XVIII/Kasuari, Papua Barat. (Foto: Dok. Yonif 410/Alugoro)

Jakarta, IDM – Sejarah kembali tercipta, puluhan anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) termasuk Komandan Batalion Ovir Kodap IV Sorong Raya, Simon Orocomna, dan Komandan Batalion Sair Kodap IV Sorong Raya, Paulinus Muuk, menyerahkan diri dan kembali ke NKRI.

​Dilansir dari keterangan Penerangan Yonif 410/Alugoro, Jumat (26/6), pengucapan ikrar setia dipimpin langsung oleh Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III (Pangkogabwilhan III), Letjen TNI Lucky Avianto, di Lapangan Makodam Kodam XVIII/Kasuari, Papua Barat. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Gubernur Papua Barat, Pangdam XVIII/Kasuari, Kabinda Papua Barat, Ketua DPR Papua Barat, unsur Forkopimda, serta Komandan Yonif 410/Alugoro.

Baca Juga: Menhan Sjafrie Bahas Pengamanan Wilayah Udara Indonesia dengan Menko AHY

​Pada kesempatan tersebut, Letjen TNI Lucky Avianto mengatakan keberhasilan ini berkat pendekatan yang mengedepankan kesejahteraan dan keamanan masyarakat yang dilakukan oleh Satgas Pamtas Yonif 410/Alugoro. Pendekatan tersebut berhasil membangun kepercayaan sehingga puluhan warga yang sebelumnya bergabung dengan kelompok OPM memutuskan kembali ke pangkuan NKRI bersama keluarga mereka.

​"Sesuai dengan hasil komunikasi antara Satgas Yonif 410/Alugoro dengan Anggota Kodap IV/Sorong Raya, diperoleh kesepakatan untuk menerima dan menjemput Anggota Kodap IV/Sorong Raya beserta Keluarga sejumlah 37 orang di Pos Mayerga Satgas Yonif 410/Alugoro di Kampung Mayerga, Distrik Moskona Barat, Kabupaten Teluk Bintuni," kata Lucky.

pengamanan sentaja OPM
(Foto: Dok. Yonif 410/Alugoro)

​Dalam momentum tersebut, dilakukan pula penyerahan secara simbolis enam pucuk senjata api sebagai barang bukti dan bendera Bintang Kejora. Salah satu senjata yang diserahkan merupakan senjata organik milik aparat yang sebelumnya sempat digunakan oleh kelompok OPM dalam aksi penyerangan terhadap aparat keamanan.

​"Dengan kembalinya 37 eks anggota OPM ke pangkuan NKRI, diharapkan stabilitas keamanan dan pembangunan di Kabupaten Teluk Bintuni serta wilayah Papua Barat dapat terus meningkat, sehingga masyarakat dapat hidup dengan aman, damai, dan sejahtera dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia," pungkas Lucky.

Pengucapan ikrar setia
(Foto: Dok. Yonif 410/Alugoro)

​Sebelumnya, pada Rabu (10/6) lalu, delapan anggota TPNPB-OPM Kodap XV/Ngalum Kupel juga secara sukarela menyatakan kembali ke pangkuan NKRI.

Baca Juga: Keren! Srikandi TNI AD Borong Enam Medali di Kejuaraan Selam

Catatan penyerahan diri massal seperti ini sebenarnya pernah beberapa kali terjadi. Pada tahun 2016, sebanyak kurang lebih 150 hingga ratusan mantan anggota OPM pimpinan Lambert Pekikir di wilayah Keerom dan perbatasan menyatakan ikrar kesetiaan kepada NKRI secara bertahap setelah melalui pendekatan dialog yang panjang.

Selanjutnya pada tahun 2017 di Utikini, Mimika, sebanyak 154 warga yang sempat tergabung atau terjebak dalam kelompok OPM di Kampung Utikini, Tembagapura, menyerahkan diri dan menyatakan kesetiaan mereka di hadapan aparat keamanan dan pemerintah daerah.

Sementara sepanjang tahun 2020-2021 di wilayah Wano dan Maybrat, aksi serupa juga berulang melalui penyerahan diri kelompok-kelompok kecil berkisar antara 5 hingga 10 orang di berbagai pos Satgas Pengamanan Perbatasan.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.