HANKAM

Segera Tiba di Indonesia, KRI Canopus-936 TNI AL Selesaikan Etape Terakhir di Mauritius

KRI Canopus-936
Etape terakhir KRI Canopus-936 di Mauritius, Jumat (24/4) dalam pelayaran menuju Indonesia. (Foto: Dok. TNI AL)

Jakarta, IDM – Kapal survei tercanggih milik TNI AL, KRI Canopus-936, semakin dekat dengan tanah air. Usai menuntaskan pelayaran sejauh 2.328 mil laut dari Afrika Selatan, kapal pembawa teknologi sensor mutakhir ini resmi bersandar di Port Louis, Mauritius, Jumat (24/4).

Keberhasilan merapat di Mauritius menandai tuntasnya etape keempat dalam misi panjang pengiriman alutsista baru ini ke Indonesia. Sebelumnya, kapal hasil kolaborasi galangan Abeking & Rasmussen Jerman dengan PT Palindo Marine Batam tersebut telah menaklukkan ganasnya Samudra Atlantik Selatan sebelum akhirnya memasuki perairan Samudra Hindia.

Baca Juga: Jabatan Strategis Kostrad TNI AD Berganti, Ini Daftar Lengkapnya

KRI Canopus-936 bukan sekadar kapal bantu hidro-oseanografi biasa, melainkan sebuah laboratorium terapung yang mengusung perangkat riset bawah laut paling modern di dunia. Kapal ini membawa wahana bawah air otonom (Autonomous Underwater Vehicle/AUV) yang mampu memetakan dasar laut secara otomatis tanpa awak.

Selain itu, kapal ini mengandalkan robot bawah laut kendali jarak jauh (Remotely Operated Vehicle/ROV) untuk inspeksi kedalaman dan pesawat nirawak (Unmanned Aerial Vehicle/UAV) untuk pemantauan dari udara. Seluruh sistem robotik tersebut berfungsi sempurna sepanjang pelayaran lintas benua yang bermula dari Jerman sejak Maret lalu.

Komandan KRI Canopus-936 Kolonel Laut (P) Indragiri Yani W, menjelaskan, keberhasilan menempuh ribuan mil laut ini membuktikan profesionalisme prajurit TNI AL dalam mengoperasikan teknologi sensor kelas dunia.

"Kami baru saja menyelesaikan pelayaran delapan hari dari Cape Town dengan kondisi kapal yang sangat prima. Kehadiran di Mauritius menunjukkan eksistensi TNI AL di kancah internasional sekaligus memastikan seluruh peralatan riset tetap presisi sebelum memasuki etape final menuju nusantara," tegas Indragiri, dikutip dari laman TNI AL, Sabtu (25/4).

Baca Juga: Profil Praka Rico Pramudia, Prajurit TNI AD yang Gugur di Lebanon

Selama sandar tiga hari di Mauritius, awak kapal melaksanakan agenda diplomasi angkatan laut. Indragiri melakukan kunjungan kehormatan kepada komandan penjaga pantai nasional Mauritius untuk mempererat kerja sama keamanan maritim antarnegara.

KRI Canopus-936 yang diawaki oleh 93 prajurit pilihan ini dijadwalkan masuk ke perairan Indonesia pada pertengahan Mei 2026. Kehadirannya akan memperkuat tugas Pusat Hidro-Oseanografi Angkatan Laut (Pushidrosal) dalam memetakan kekayaan bawah laut serta menjaga kedaulatan maritim nasional dengan akurasi data yang lebih akurat. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.