HANKAM

Sebanyak 54 Pati TNI AD Naik Pangkat, Ini Daftarnya

KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak
KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak memimpin laporan kenaikan pangkat dan Sertijab di Mabesad, Jakarta, Selasa (14/1/2025). (Foto: Dok. Dispenad)

Jakarta, IDM – Sebanyak 54 Perwira Tinggi (Pati) TNI AD naik pangkat ditandai dengan upacara laporan kenaikan pangkat yang dipimpin Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak di Markas Besar Angkatan Darat (Mabesad), Jakarta, Selasa (14/1/2025).

Dalam siaran persnya Dinas Penerangan Angkatan Darat (Dispenad), Rabu, (15/1), pada kesempatan tersebut Maruli juga memimpin upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) Komandan Pusat Kesenjataan Infanteri (Danpussenif) dan Gubernur Akademi Militer (Akmil). Jabatan Danpussenif diserahterimakan dari Letjen TNI Teguh Muji Angkasa kepada Letjen TNI Iwan Setiawan. Sementara jabatan Gubernur Akmil berpindah dari Mayjen TNI R. Sidharta Wisnu Graha kepada Mayjen TNI Arnold Aristoteles Paplapna Ritiauw.

Pada momen tersebut, Maruli memberikan apresiasi kepada para pejabat lama atas dedikasi mereka dan berharap pejabat baru dapat melanjutkan bahkan meningkatkan capaian yang telah diraih satuan selama ini.

Baca Juga: KSAL: Susu dalam Program Makan Bergizi Hanya di Daerah Tertentu

Lebih lanjut, Maruli meminta para Pati yang naik pangkat untuk terus mengembangkan profesionalisme, integritas dan inovasi, agar siap menghadapi tantangan masa depan yang semakin kompleks.

Ia menekankan bahwa kenaikan pangkat dan jabatan bukan sekadar penghargaan, tetapi juga tanggung jawab besar untuk terus meningkatkan kompetensi dan adaptasi terhadap dinamika tugas yang semakin menantang.

“Seorang pemimpin harus selalu update dengan setiap perkembangan, baik di tingkat nasional maupun global, agar mampu menciptakan strategi yang relevan dan inovatif,” tegasnya.

Baca Juga: Evaluasi Makan Bergizi Gratis Tiap Sabtu-Minggu, Danseskoal: Libatkan Pendapat Murid

Momentum sertijab dan kenaikan pangkat ini menjadi simbol regenerasi kepemimpinan dalam tubuh TNI AD sekaligus pengukuhan komitmen untuk menjaga profesionalisme dan inovasi guna menjawab kebutuhan bangsa.

Berikut daftar 54 Pati TNI AD yang naik pangkat terdiri dari tiga Letnan Jenderal, sebelas Mayor Jenderal, dan 40 Brigadir Jenderal

  1. Letnan Jenderal yang naik pangkat yaitu Letjen TNI Kunto Arief Wibowo, Letjen TNI Bobby Rinal Makmun, dan Letjen TNI Iwan Setiawan.
  2. Di tingkat Mayor Jenderal, 11 Mayor Jenderal yang naik pangkat meliputi Mayjen TNI Rokhmat, Mayjen TNI Rachmat, Mayjen TNI Rusmili, Mayjen TNI Joko Suparyoto, Mayjen TNI Helda Risman, Mayjen TNI Muslimin Fahsyah R, Mayjen TNI Hendy Antariksa, Mayjen TNI Bayu Permana, Mayjen TNI Lucky Avianto, Mayjen TNI Sachono dan Mayjen TNI Arnold Aristoteles Paplapna Ritiauw. (rr)
PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Prajurit Denjaka

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut

Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.