HANKAM

30 Pati TNI AL Rotasi Jabatan, Kadispenal hingga Komandan Kapal Selam

Kadispenal Laksma I.M Wira Hady Arsanta.
Kadispenal Laksma I.M Wira Hady Arsanta. (Foto: Dok. TNI AL)

Jakarta, IDM – Sebanyak 117 jabatan perwira tinggi (pati) TNI kembali dirotasi dan dimutasi oleh Panglima Jenderal Agus Subiyanto, 29 di antaranya dari lingkungan matra laut.

Kebijakan ini resmi tertuang dalam keputusan panglima TNI nomor kep/667/V/2025 yang ditetapkan pada 27 Mei 2025, tentang pemberhentian dan pengangkatan jabatan di lingkungan TNI.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen Kristomei Sianturi, mengatakan rotasi dan mutasi jabatan perwira tinggi merupakan proses generasi sekaligus bagian dari adaptasi strategis dalam menjaga kesiapsiagaan pertahanan nasional.

"Dari total 117 perwira yang dimutasi, terdiri dari TNI AD (47), TNI AL (30), TNI AU (40)" kata Kristomei dalam keterangannya, dikutip Rabu (28/5).

Baca Juga: Diikuti 15 Negara, TNI Bersiap Jelang Latihan Gabungan Super Garuda Shield 2025

Beberapa posisi strategis perwira tinggi di lingkungan TNI AL yang mengalami pergantian dalam keputusan ini, di antaranya Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) yang dijabat Laksma I.M Wira Hady Arsanta dirotasi kepada Laksma Tunggul.

Sebelumnya, Tunggul menjabat sebagai staf khusus Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL). Sementara Wira akan pindah jabatan menjadi Kepala Dinas Sejarah TNI AL (Kasdijarahal) yang semula dipimpin oleh Laksma Hariyo Poernomo. Kemudian, Hariyo tercatat dirotasi menjadi Komandan Pangkalan Utama TNI AL (Danlantamal) XII di Pontianak, Kalimantan Barat.

Kemudian, pergantian jabatan strategis lainnya ialah Komandan Korps Satuan Kapal Selam (Dankoopskasel) Laksma Indra Agus Wijaya akan digantikan oleh Laksma Muhammad Iwan Kusumah yang sebelumnya sebagai Komandan Komando Pendidikan Operasi Laut (Dankodikopsla). Sementara Indra dimutasi menjadi staf khusus KSAL.

Baca Juga: KSAD Maruli: Kami Kekurangan Dokter di Rumah Sakit TNI AD

Tak hanya itu, terdapat pergantian jabatan Komandan Pasukan Marinir (Danpasmar) I Brigjen (Mar) Umar Farouq kepada Kolonel (Mar) Ena Sulaksana yang sebelumnya sebagai perwira pembantu V prodin staf intelijen TNI AL. Adapun Umar dirotasi ke jabatan staf khusus KSAL.

Lalu, dua jabatan Komandan Gugus Tempur Laut (Danguspurla) di Koarmada I dan Koarmada III turut mengalami rotasi. Danguspurla Koarmada I yang semula dijabat oleh Laksma Mohamad Taufik akan digantikan oleh Kolonel Laut (P) Nurlan. Adapun Taufik menjadi staf khusus KSAL dalam rangka pendidikan P3N XXV Lemhannas.

Selanjutnya, Danguspurla Koarmada III yang dipimpin oleh Laksma Lewis N. Nainggolan akan digantikan Kolonel Laut (P) Andri Kristianto yang semula sebagai perwira pembantu II operasi staf operasi TNI AL. Sementara Lewis dirotasi menjadi Wakil Asisten Perencanaan dan Anggaran (Waasrena) KSAL. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.