HANKAM

KSAD Maruli: Kami Kekurangan Dokter di Rumah Sakit TNI AD

Peresmian Gedung Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta
Peresmian Gedung Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta (Unjaya) Tahap I oleh Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak. (Foto: Dispenad)

Jakarta, IDM – Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menyebut TNI AD kekurangan dokter di Rumah Sakit Angkatan Darat. Hal ini dikatakannya saat meresmikan gedung Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta (Unjaya) Tahap I, di Sleman, Yogyakarta, Rabu (28/5).

"Kami juga mengalami kekurangan jumlah dokter di satuan-satuan kami. Saat ini kami memiliki sekitar 17 rumah sakit di bawah Angkatan Darat, dan masih menghadapi tantangan dalam pemenuhan dokter spesialis," kata Maruli dalam keterangan Dinas Penerangan Angkatan Darat (Dispenad), Rabu.

Baca Juga: Puluhan Pati TNI AU Naik Pangkat, Empat di Antaranya Bintang Dua

Karena hal ini, lanjut Maruli pihaknya berupaya, sesuai kemampuan yang ada, untuk mendukung pemerataan akses pendidikan tinggi bagi seluruh lapisan masyarakat termasuk momentum peresmian gedung baru di Unjaya.

"ini menjadi bagian dari upaya menyediakan fasilitas pendidikan yang layak dan berkualitas, terutama bagi generasi muda yang berpotensi namun kurang mampu secara ekonomi. Pendidikan adalah pintu gerbang untuk mengubah nasib. Masyarakat pada umumnya harus punya peluang sebanyak-banyaknya untuk mengikuti pendidikan. Saya selalu berdiskusi, bagaimana kita bisa memberikan penghargaan kepada siswa yang memiliki potensi tetapi tidak punya biaya. Kita terus berupaya menyiapkan sekolah-sekolah yang baik, dengan fasilitas yang baik, sesuai kemampuan kita secara bertahap,” jelas Maruli.

Baca Juga: Diikuti 15 Negara, TNI Bersiap Jelang Latihan Gabungan Super Garuda Shield 2025

Ia menyampaikan apresiasi atas kemajuan pembangunan yang telah dicapai sejak berdirinya Unjaya pada 26 Maret 2018 lalu. Ia menekankan bahwa keberadaan Fakultas Kedokteran baik di Universitas Unjani dan Unjaya merupakan bagian dari solusi atas kekurangan tenaga medis, baik untuk mendukung tugas-tugas TNI AD maupun untuk kebutuhan secara nasional.

Untuk diketahui, gedung yang diresmikan berdiri di atas lahan seluas 4.750 meter persegi tersebut dilengkapi ruang kuliah Fakultas Kesehatan dan Fakultas Kedokteran, laboratorium, ruang dosen, serta fasilitas penunjang lainnya yang dirancang secara modern dan ramah lingkungan. Tahap berikutnya akan mencakup pembangunan pusat riset serta fasilitas tambahan untuk mahasiswa. (rr)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.