Sebanyak 220 Prajurit TNI AD Terima Penyematan Brevet Armed di Batujajar

Jakarta, IDM - Sebanyak 220 siswa (prajurit TNI AD) terdiri dari 110 siswa pendidikan kejuruan bintara (Dikjurba) dan 110 siswa pendidikan kejuruan tamtama (Dikjurta) menerima penyematan Brivet Artileri Medan (Armed) dalam tradisi korps pembaretan yang dipimpin Wadanpussenarmed Brigjen TNI Julius Jolly Suawa di Batujajar beberapa waktu lalu.
Baca Juga: Beri Perhatian Langsung, Prabowo Sambangi Akmil dan SMA Taruna Nusantara di Magelang
Menurut Wadanpussenarmed dengan dilaksanakannya tradisi korps ini seluruh warga korps Armed mengucapkan selamat datang kepada para prajurit terpilih ditengah-tengah keluarga besar Artileri Medan TNI Angkatan Darat.

"Selamat bergabung, tumbuhkan Kebanggan dan rasa cinta kepada Korps Artileri Medan," kata Wadanpussenarmed seperti dikutip dari keterangan Penpussenarmed, Senin, (3/6).
Baca Juga: OPM Sebut Tembak Mati Prajurit TNI, Kapendam Cenderawasih: Itu Semua Hoaks
Lebih lanjut Wadanpussenarmed meminta para prajurit terpilih untuk selalu memelihara dan meningkatnya keterampilan teknis kecabangan, teknologi, bahasa asing dan kemampuan fisik.
"Jangan pernah menakuti dan menyakiti hati rakyat. Jadilah prajurit Artileri Medan yang "Brilian" yaitu Bertakwa, Responsif, Ikhlas, Loyal, Integritas, Adaptif, Nyaman dan Tuntas," kata Wadanpussenarmed. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































