Sebanyak 220 Prajurit Garuda Dikirim ke Kongo, Akan Ditempatkan di 8 Area Konflik

Jakarta, IDM – Sebanyak 220 prajurit Kontingen Garuda (Konga) Monusco 2024 dikirim ke Republik Demokratik Kongo untuk melaksanakan Operasi Pemelihara Perdamaian Dunia (OPPD).
Upacara pelepasan ini dipimpin langsung oleh Komandan PMPP TNI yang diwakili Wadan PMPP TNI Brigjen TNI Dody Muhtar Taufik di Terminal Cargo Kemhan, Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng, Jakarta beberapa waktu lalu.
Baca Juga: Helikopter Panther dan KRI Diponegoro Simulasi Pengiriman Barang di Laut Mediterania
Dikutip dari keterangan Puspen TNI, Jumat, (26/4) setibanya di Kongo, Kontingen Garuda Monusco ini akan melaksanakan Hand Over Take Over (HOTO) dengan Kontingen Garuda Monusco sebelumnya yang sejak bulan April 2023 telah berhasil dalam menjaga perdamaian di Republik Demokratik Kongo.
"Mereka akan ditempatkan di 8 Area Of Responsibility (AOR) yang terdiri dari kota Bunia, Goma, Tchabi, Komanda, Bogoro, dan Mavivi," tulis keterangan Puspen TNI.
Baca Juga: TNI Gelar Operasi Bhakti Pascaerupsi Gunung Ruang
Pelaksanaan rotasi tugas Kontingen Garuda (Konga) Monusco akan dilaksanakan pertanggal 23 April-7 Mei 2024 sehingga diharapkan seluruh personel benar benar melaksanakan serah terima personel, materiil, serta tugas dan tanggung jawab dengan mendetail demi kelancaran pelaksanaan tugas selama satu tahun ke depan. (rr)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































