Sebanyak 184 Siswa Lulusan Unhan Ikuti Pendidikan Perwira Karir di Akmil

Jakarta, IDM – Sebanyak 184 lulusan Cohort-1 Kadet Mahasiswa Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan RI) akan mengikuti Pendidikan Pertama Perwira Prajurit Karir (Dikma Pa PK) Tahun Akademik 2025 di Akmil, Magelang, Jawa Tengah. Pendidikan akan dimulai tanggal 7 Januari 2025.
Dilansir keterangan dari Humas Kemhan, Jumat, (3/1) pendidikan ini dirancang khusus untuk lulusan Unhan RI dengan durasi lebih singkat dibanding peserta reguler, sebagai bagian dari sinergi strategis antara Unhan RI dan TNI dalam mencetak perwira yang tangguh, profesional, dan berkarakter kebangsaan.
Baca Juga: Imbas Banjir, Satgas Pamtas Yonarmed 11 Kostrad Bantu Pemindahan Material Pembangunan Gereja
Para Kadet ini berasal dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) Militer, Fakultas Sains dan Teknologi Pertahanan (FSTP), Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK), serta Fakultas Farmasi Militer (FFM).
Baca Juga: Jelang Kedatangan Alutsista Baru, Danlanud Supadio: Para Penerbang Harus Asah Kemampuan
Lulusan FKIK dan FFM yang belum mengikuti seleksi PAPK TNI akan melanjutkan pendidikan profesi untuk mendapatkan gelar dokter dan apoteker. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































