HANKAM

Jelang Kedatangan Alutsista Baru, Danlanud Supadio: Para Penerbang Harus Asah Kemampuan

Komandan Lanud Supadio.
Komandan Lanud Supadio Marsma TNI Reka Budiarsah memberi pengarahan kepada para penerbang jelang kedatangan alutsista baru. (Foto: Dok. Instagram @lanud_supadio)

Jakarta, IDM – Komandan Lanud Supadio Marsma TNI Reka Budiarsah berpesan agar para penerbang dapat terus mengasah kemampuan (skill) dan pengetahuan, serta mempersiapkan diri untuk menyambut kedatangan alat utama sistem persenjataan (alutsista) baru di lanud tersebut.

Hal itu terungkap saat Danlanud Supadio memberi pengarahan kepada seluruh penerbang Skadron Udara 1 dan Skadron Udara 51 yang berada di bawah naungan Wing Udara 7 Lanud Supadio, Pontianak, Kamis (2/1).

"Tuntutan tugas dan tanggung jawab di tahun 2025 ini akan semakin kompleks, maka dari itu terus asah skill dan perluas pengetahuan agar dapat mempersiapkan diri untuk menyambut alutsista baru yang akan datang ke Lanud Supadio," kata Reka dikutip dari Penerangan Lanud Supadio dalam keterangan foto di instagram @lanud_supadio, Jumat (3/1).

Baca Juga: Kontingen TNI AD Berangkat ke India, Dapat Wejangan dari Panglima TNI

Dalam sebuah kesempatan acara pada akhir Desember 2024, Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI M. Tonny Harjono mengungkap bahwa Lanud Supadio akan menjadi salah satu home base bagi pesawat tempur baru Indonesia, yaitu pesawar tempur Rafale.

Ilustrasi pesawat tempur Rafale
Ilustrasi pesawat tempur Rafale. (IDM/Faisal Ramadhan)

"Kemudian pesawat berikutnya adalah pesawat Rafale, pesawat tempur generasi 4,5 buatan Perancis, yang mulai datang di awal 2026, bulan Februari. Kita akan tempatkan pesawat tersebut ada di Pekanbaru dan (Lanud) Supadio secara bertahap," kata Tonny saat acara 'Sambung Rasa Kasau dengan Pemred Media Massa'.

Baca Juga: Satgas Yonif 503 Berikan Layanan Kesehatan untuk Warga Banggabeak

Lebih lanjut, KSAU turut mengungkap rencana perpindahan alutsista ke Lanud Supadio, yakni Pesawat Terbang Tanpa Awak (PTTA) atau drone.

Saat ini, drone yang terdapat di Skadron Udara 51, Lanud Supadio adalah Aerostar. Dengan rencana perpindahan tersebut, maka Skadron Udara 51 akan menjadi home base bagi CH-4.

“Dengan kedatangan Pesawat Terbang Tanpa Awak buatan Turki, rencananya akan ditempatkan di Natuna menggantikan CH-4. CH-4 akan ditarik ke Pontianak (Lanud Supadio). Pesawat yang di Pontianak sekarang akan menjadi pesawat latih,” kata KSAU. (yas)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.