Sebanyak 10 Pati TNI AU Terima Honorary Wing dari RSAF, Ini Nama-namanya

Jakarta, IDM – Sebanyak 10 perwira tinggi (Pati) TNI Angkatan Udara (TNI AU) menerima ‘Honorary Wing’ dari Angkatan Udara Singapura (Republic of Singapore Air Force/RSAF) berkat peran aktif mereka dalam upaya memperkuat hubungan pertahanan di antara kedua angkatan udara.
Sejumlah program kerja sama yang telah terjalin selama ini, melalui latihan bersama (latma); pertukaran personel dan pendidikan, telah meningkatkan hubungan baik TNI AU dengan RSAF.
Baca Juga: Tekad Herindra, Calon Kepala BIN Baru di Pemerintahan Prabowo-Gibran
Penghargaan ‘Honorary Wing’ disematkan langsung oleh Chief of Air Force (CAF) Major General Kelvin Van di Ruang Olah Yudha, Seskoau, Lembang, Selasa (15/10) kepada sepuluh perwira tinggi TNI AU.

Melansir keterangan Dispenau, Kamis (17/10) disebutkan nama-nama Pati TNI AU yang menerima penghargaan tersebut adalah Dankodiklatau Marsdya TNI Arif Mustofa; Irjenau Marsda TNI Jemi Trisonjaya; dan Asrena KSAU Marsda TNI Wayan Superman.
Baca Juga: Persiapan ke Pasifik Selatan, KRI Wahidin Lusa Berlayar ke Vanuatu
Selanjutnya terdapat nama Asintel KSAU Marsda TNI Benedictus Benny K; Aspers KSAU Marsda TNI Djohn Amarul; dan Askomlek KSAU Marsda TNI I Made Susila A.
Empat nama Pati lainnya adalah Kapuslaiklambangjaau Marsda TNI Danet Hendriyanto; Danseskoau Marsda TNI Eding Sungkana; Kaskoopsudnas Marsda TNI Donald Kasenda; serta Pangkoopsud II Marsda TNI Dr. Budhi Achmadi. (yas)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































