HANKAM

Satu Orang Meninggal dalam Kecelakaan dengan Truk TNI, Kodam Udayana Beri Penjelasan

Kolonel Inf Widi Rahman
Kapendam IX/Udayana, Kolonel Inf Widi Rahman. (Foto: Dok. Penkodam IX/Udy)

Jakarta, IDM – Kecelakaan yang melibatkan kendaraan dinas TNI AD kembali terjadi. Peristiwa ini memakan korban meninggal, yakni satu orang di Kabupaten Tabanan, Provinsi Bali.

Dalam keterangan resminya, Senin (13/4), Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) IX/Udayana, Kolonel Inf Widi Rahman mengatakan kejadian ini menjadi perhatian serius, tidak hanya dari aspek penegakan disiplin dan hukum, tetapi juga sebagai bentuk empati mendalam atas dampak yang ditimbulkan bagi korban dan keluarga.

Ia menjelaskan bahwa kecelakaan terjadi pada Jumat, 10 April 2026 sekitar pukul 16.20 WITA, di depan UPT Balai Benih Induk Tanaman Pangan Provinsi Bali, Jalan Denpasar–Singaraja, Banjar Belah, Desa Luwus, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan.

Baca Juga: Satgas Yon Parako 466 Berikan Pelayanan Kesehatan Gratis di Kampung Heinekombe

Peristiwa tersebut melibatkan kendaraan dinas truk Hino Nopol 8243-IX yang dikemudikan oleh Pratu Agung Mesyak Napalior Timbola, anggota Komlekdam IX/Udayana. Saat itu sedang melaksanakan tugas pengantaran personel (serpas) menuju Yonif 900/SBW Singaraja dengan membawa 18 personel Satgas Pamtas PNG. Kendaraan tersebut bertabrakan dengan sepeda motor custom merek Honda tanpa nomor polisi yang dikendarai oleh I Putu Krisnawan.

Berdasarkan keterangan, kecelakaan terjadi saat kedua kendaraan sama-sama melakukan manuver mendahului kendaraan lain dari arah berlawanan, sehingga mengakibatkan benturan. Pengemudi truk sempat berusaha menghindari tabrakan dengan membanting setir, namun kecelakaan tidak dapat dihindari.

Akibat kejadian tersebut, pengendara sepeda motor atas nama I Putu Krisnawan (21 tahun) mengalami luka berat dan akhirnya dinyatakan meninggal. Korban sempat mendapatkan penanganan medis dan dievakuasi ke RS Semara Ratih sebelum akhirnya dirujuk ke RSUD Singasana.

Baca Juga: Danpusdik Kodiklatau Tegaskan Peran Penting Wingdik 400/Matukjur: Cetak Prajurit TNI AU Profesional

Widi menegaskan bahwa pihak satuan telah mengambil langkah cepat dan responsif pascakejadian, antara lain melakukan pengamanan lokasi, membantu proses evakuasi korban, berkoordinasi dengan pihak rumah sakit serta keluarga korban.

Ia juga menyebut Komandan Satuan Komlekdam IX/Udayana beserta jajaran juga telah melaksanakan kunjungan ke rumah duka keluarga korban sebagai bentuk empati dan tanggung jawab moral. Melalui Komandan Satuan Komlekdam IX/Udayana memberikan bantuan dan santunan kepada pihak keluarga. Keluarga korban, dalam pertemuan tersebut, menyampaikan telah menerima dan mengikhlaskan kejadian yang menimpa almarhum.

"Kodam IX/Udayana menyampaikan duka cita yang mendalam atas musibah ini. Kami memastikan bahwa seluruh proses penanganan dilakukan secara transparan dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Evaluasi internal juga akan dilaksanakan sebagai langkah pembinaan agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang," ujar Widi. (rr)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.