Satgas Yonif 301/Prabu Kian Santang Serahkan Pam Obvitnas Freeport ke Yonif 133/Yudha Sakti

Jakarta, IDM – Satuan Tugas Pengamanan Objek Vital Nasional (Pam Obvitnas) berganti dari Satgas Batalion Infanteri (Yonif) 301/Prabu Kian Santang ke Yonif 133/Yudha Sakti.
Serah terima Satgas Pam Obvitnas itu dipimpin Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III Letjen Lucky Avianto di Markas Kogabwilhan III Mile 32 Timika, Papua Tengah, Jumat (8/5).
Siaran pers Penerangan Kogabwilhan III menulis, serah terima itu menjadi bagian dari kesinambungan tugas pengamanan objek vital nasional serta dukungan terhadap stabilitas wilayah operasi di Papua.
Adapun PT Freeport Indonesia telah ditetapkan sebagai objek vital nasional yang wajib dilindungi.
Baca Juga: TNI AD Beri Santunan untuk 8.229 Putra-Putri Prajurit
Freeport disebut memiliki nilai strategis karena menyangkut hajat hidup orang banyak dan merupakan sumber pendapatan negara.
Oleh karena itu, TNI mengirimkan satgas untuk pengamanan Freeport. Setiap satgas berjumlah sekitar 500 personel yang bertugas selama lebih kurang sembilan bulan. (nma)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































