TNI AD Beri Santunan untuk 8.229 Putra-Putri Prajurit

Jakarta, IDM – TNI AD melalui organisasi istri prajurit Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) memberikan santunan untuk 8.229 putra dan putri prajurit. Hal ini terungkap saat perayaan HUT-80 Persit KCK yang berlangsung di Balai Kartini beberapa waktu lalu.
Dilansir keterangan Dispenad, Sabtu (9/5), santunan tersebut disalurkan melalui Yayasan Kartika Asih di bawah naungan Persit KCK. Penyaluran dana bantuan dan santunan tersebut ditujukan khusus kepada anak yatim serta para warakawuri (istri purnawirawan/prajurit yang telah gugur).
Baca Juga: Tinjau Yon TP 868/Bantong Sakti, Menhan Tekankan Optimalisasi Patroli
Selain itu, santunan juga difokuskan kepada pemberian dukungan finansial dan kebutuhan pokok guna meringankan beban ekonomi keluarga.
"Bantuan yang disalurkan meliputi bantuan dana pendidikan sebesar Rp 2.937.950.000 kepada 8.229 putra dan putri dari kalangan tamtama, bintara, PNS Gol I dan II serta pemberian tali asih kepada 1.687 warakawuri senilai Rp 4.581.000.000," tulis keterangan Dispenad.
Baca Juga: Asops KSAL Beberkan Taktik Lumpuhkan Navigasi Musuh lewat Perang Siber di Seskoal
Tak hanya itu, bentuk perhatian TNI AD melalui Persit KCK juga tergambar dalam kegiatan sosial lainnya. Tercatat, Persit KCK berhasil menggalang dana kemanusiaan untuk korban bencana alam. Dalam kurun waktu singkat yaitu tiga hari, dari 4-6 Desember 2025, perolehan dana berhasil terkumpul sebesar Rp 7.594.536.755, sebagai bentuk empati dan solidaritas kepada sesama.
Dana ini disalurkan kepada para korban bencana alam yang terdampak di wilayah Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































