Satgas Yonarmed 10 Kostrad Rehabilitasi Eks Puskesmas Jadi Asrama Terintegrasi Anak Sekolah

Jakarta, IDM - Satuan Tugas Pengaman perbatasan (Satgas Pamtas) RI-Malaysia Yonarmed 10 Kostrad merehabilitasi eks Puskesmas Senaning menjadi asrama terintegrasi anak sekolah wilayah Ketungau Hulu perbatasan RI-MLY, Desa Senaning, Kalimantan Barat, Senin (1/4).
Baca Juga: Puluhan Pati TNI AU Dirotasi dan Dimutasi, Dansesko TNI hingga Kadispenau
Program yang merupakan program unggulan dari Angkatan Darat melalui Korem 121/ABW dengan satuan jajarannya ini memiliki sasaran pembangunan asrama penampungan dan pengembangan kemampuan anak sekolah tidak mampu dan terpencil serta putus sekolah di ikuti renovasi serta tambahan bangunan untuk sekolah yang tidak layak di wilayah Korem 121/ABW.
Dansatgas Letkol Arm Ady Kurniawan berharap melalui program ini dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sekitar terutama untuk anak-anak agar dapat menempuh kegiatan pendidikan yang lebih layak.
Baca Juga: Divif 2 Kostrad Resmikan Tempat Wisata “Kampoeng Tentara” di Malang
“Dengan demikian mereka bisa lebih nyaman dan fokus dalam mengikuti kegiatan belajar,” kata Ady. (nhn)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































