Satgas Trisila 2025 Tahap III, Pasukan Marinir Siap Jalankan Operasi

Jakarta, IDM – Pasukan Korps Marinir dari Batalyon Infanteri (Yonif) 3 memastikan kesiapan penuh untuk terlibat sebagai satuan tugas (satgas) operasi Trisila 2025 tahap III.
Hal itu ditunjukkan melalui apel gelar pasukan di lapangan Rencong Sakti, Markas Komando Brigif 2 Marinir, Gedangan, Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (18/8).
Apel yang dipimpin Asisten Operasi (Asops) Pasmar 2 Letkol (Mar) Widarta Kusuma, menjadi bagian dari pemeriksaan kesiapan operasi yang digelar bertahap dan bertingkat untuk memastikan kesiapan prajurit maupun material tempur.
Baca Juga: Gempa Poso, TNI AD Bangun Tenda Darurat dan Beri Pendampingan Anak-anak
“Pemeriksaan ini bukan hanya tentang material, tapi juga tentang personel. Prajurit harus dalam kondisi siap seratus persen, karena ini adalah kunci keberhasilan tugas,” tegas Widarta, dikutip dari keterangan Pasmar 2, Selasa (19/8).
Ia menambahkan, pemeriksaan kesiapan operasi merupakan tahapan wajib sebelum prajurit Marinir diterjunkan ke medan operasi, agar pimpinan dapat mengetahui langsung kondisi nyata pasukan dan perlengkapan yang akan digunakan.
Satgas Trisila 2025 Tahap III sendiri merupakan operasi strategis TNI AL yang berfokus menjaga keutuhan, kedaulatan, dan integritas NKRI dari berbagai bentuk ancaman.
Baca Juga: TNI Dirikan 88 Dapur Makan Bergizi Gratis, 33.000 Prajurit Dilatih Khusus Operasikan SPPG
"Melalui gelar pasukan ini, prajurit Marinir menegaskan kesiapan mereka menjalankan tugas negara," pungkasnya.
Operasi Trisila digelar rutin setiap tahun, dengan melibatkan unsur-unsur kapal perang (KRI), pasukan Marinir, serta satuan pendukung lainnya. Tujuan operasi ini adalah menjaga keamanan laut nusantara, melatih kesiapan tempur, sekaligus memperkuat pertahanan maritim nasional.
Dalam pelaksanaannya, operasi Trisila ini dilaksanakan secara bertahap di berbagai wilayah laut Indonesia, menyesuaikan prioritas tugas dan potensi ancaman yang dihadapi. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































