Gempa Poso, TNI AD Bangun Tenda Darurat dan Beri Pendampingan Anak-anak

Jakarta, IDM – Prajurit TNI AD dari Kodim 1307/Poso diterjunkan membantu warga pascagempa berkekuatan Magnitudo 6,0 yang mengguncang Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, Minggu (17/8).
Para prajurit ini mendirikan tenda-tenda darurat untuk menampung warga yang kehilangan tempat tinggal serta memberikan pendampingan kepada anak-anak.
Baca Juga: TNI Dirikan 88 Dapur Makan Bergizi Gratis, 33.000 Prajurit Dilatih Khusus Operasikan SPPG
Selain itu, bersama masyarakat dan instansi terkait mereka bergotong royong membersihkan puing-puing bangunan serta membuka akses jalan yang tertutup material reruntuhan.
Menurut Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad), Brigjen TNI Wahyu Yudhayana dalam keterangannya, Selasa (19/8), langkah tanggap darurat ini dilakukan untuk mempercepat pemulihan kondisi, sehingga warga dapat segera kembali menjalankan aktivitas sehari-hari dengan normal.

“TNI AD hadir bukan hanya dalam menjaga kedaulatan, tetapi juga di garis depan saat rakyat menghadapi bencana. Instruksi pimpinan jelas, aparat kewilayahan harus merespons cepat agar korban jiwa dan dampak kerugian dapat diminimalisir,” kata Wahyu.
Sementara itu, Dandim 1307/Poso, Letkol Arm Edi Yulian Budiargo mengatakan pihaknya total menurunkan sekitar 60 prajurit yang bekerja berdampingan bersama personel BPBD, pemerintah daerah, dan relawan.

"Kami berupaya semaksimal mungkin agar kondisi lingkungan cepat kembali tertata sehingga masyarakat bisa beraktivitas seperti biasa. TNI selalu siap berada di tengah rakyat untuk memberikan bantuan kapanpun dibutuhkan,” ujarnya.
Baca Juga: Yonif TP 805/KSW Evakuasi Kepala Kampung Tanah Merah ke RS J.A. Dimara
Hingga Senin sore (18/8), BPBD Kabupaten Poso mencatat akibat gempa satu orang meninggal dunia, sementara puluhan warga luka-luka masih dirawat, termasuk dua pasien kritis di ICU RSUD Poso.
Untuk total kerusakan mencapai 101 rumah rusak ringan, tiga rumah rusak sedang, 70 rumah rusak berat, serta 30 fasilitas umum seperti sekolah, Polindes, kantor desa, dan rumah ibadah juga dilaporkan rusak. Tercatat 14 desa/kelurahan terdampak gempa yang terjadi, di antaranya Desa Tiwaa, Ueralulu, Tokorondo, Masani, hingga Desa Kilo di Poso Pesisir Utara. (rr)
Hankam

Pengerahan 20 Ribu Prajurit TNI AL ke Jakarta: Siaga Ibu Kota dan Latihan di Tanjung Burung
TNI AL mengerahkan sebanyak 20.980 prajurit ke wilayah DKI Jakarta dan daerah penyangga. Pengerahan skala besar ini berfungsi untuk mempertebal pengamanan objek vital sekaligus mempersiapkan rangkaian latihan pendaratan amfibi.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































