HANKAM

Satgas TNI Aktifkan Bandara Bilai, Babak Baru Transportasi Udara Intan Jaya

Satgas 113 Yonif/Jaya Sakti
TNI dari Satgas 113 Yonif/Jaya Sakti bersama warga mengaktifkan kembali Bandara di Desa Bilai Intan Jaya. (Foto: Dok. Puspen TNI)

Jakarta, IDM – TNI melalui Satuan Tugas Batalion Infanteri 113/Jaya Sakti bersama warga mengaktifkan kembali Bandar Udara di Desa Bilai, Distrik Homeyo, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah.

Bandara tersebut aktif lagi setelah lebih dari 15 tahun tidak beroperasi. Padahal, selama ini, warga setempat mengandalkan jalur udara untuk kebutuhan logistik dan mobilitas.

Baca Juga: Di Beirut, KSAL Ajak Lebanon Ikut MNEK dan Perluas Pendidikan Perwira

bandara
Dalam proses pengaktifan bandara, pesawat perintis diuji kembali agar dapat mendarat dengan aman. (Foto: Dok. Puspen TNI)

Pengaktifan bandara dimulai dengan personel satgas dan masyarakat yang melakukan pembersihan area, perbaikan landasan, dan penataan jalur penerbangan. Pesawat perintis juga diuji kembali agar dapat mendarat dengan aman.

“Aktivasi ini membuka babak baru akses transportasi udara bagi Distrik Homeyo dan kampung-kampung sekitarnya,” tulis siaran pers Pusat Penerangan TNI, Rabu (26/11).

Pemerintah daerah dan satgas menyampaikan bahwa Bandara Bilai diproyeksikan beroperasi rutin pada 2026, dengan melayani penerbangan logistik dan penumpang untuk mendukung kebutuhan masyarakat serta pemerataan pembangunan di pedalaman.

Baca Juga: TNI AL Tambah Pangkalan di Kumai, Kawal Jalur Pelayaran Vital di Kalimantan Tengah

Puspen TNI menyatakan, kebangkitan Bandara Bilai menjadi bukti bahwa kolaborasi prajurit dan masyarakat mampu menghidupkan kembali infrastruktur vital yang lama terhenti.

Pengaktifan Bandara Bilai turut memperlancar akses kebutuhan dasar, layanan kesehatan, bantuan sosial, sekaligus memperkuat konektivitas antara desa-desa pedalaman Papua dan pusat pelayanan terdekat. (nma)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.