Satgas Pamtas RI-Malaysia Sita 65 Senjata Api Rakitan dari Masyarakat

Jakarta, IDM - Sudah bertugas kurang lebih 11 bulan, Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonarmed 19/105 Trk Bogani sudah berhasil menyita 65 senjata api rakitan.
Menurut Dansatgas Pamtas Yonarmed 19/105 Trk Bogani, Letkol Arm Edi Yulian dalam keterangan resminya diterima, Kamis, (20/4) 65 senjata api rakitan terdiri dari 34 pucuk senjata laras panjang jenis lantak, 23 pucuk senjata laras panjang jenis bowman, 8 pucuk pistol api rakitan dan 19 butir amunisi bowman.
Baca Juga: KSAL Luncurkan Korvet Kepresidenan KRI Bung Karno-369 di Batam
“Ini merupakan salah satu kebanggan bagi personel yang bertugas di wilayah perbatasan karena telah berhasil melaksanakan pembinaan teritorial dan sosialisasi kepada masyarakat binaannya tentang larangan dan bahayanya memiliki senjata api secara ilegal. Sehingga masyarakat tanpa paksaan menyerahkan senjata api rakitan kepada satgas, ” katanya.

Ia pun menjelaskan bahwa senjata api ini sebagian didapat dari pengamanan perbatasan Indonesia-Malaysia di sektor Timur Kalimantan Barat.
Baca Juga: Daftar Lengkap Nama 4 Prajurit Yonif R 321/GT Kostrad yang Gugur Ditembak KKB
"Yonarmed 19/105 Trk Bogani disamping mengamankan patok perbatasan juga telah berhasil mengamankan barang-barang ilegal di wilayah perbatasan, salah satunya adalah senjata api rakitan ini," katanya.
Lanjutnya nanti senjata dan munisi ini akan diserahkan ke Denpal XII/I Sintang.
"Mengingat sebentar lagi Satgas Pamtas Yonarmed 19/105 Trk Bogani akan purna tugas dalam operasi pengamanan perbatasan, barang ini langsung kami serahkan kepada Denpal XII/I Sintang untuk dimusnahkan," katanya. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































