Satgas MTA Philindo-23 KRI Sampari dan KRI Hiu Tiba di Filipina

Jakarta, IDM - Pascatiga hari berlayar, KRI Sampari-628 dan KRI Hiu-634 yang tergabung dalam Satgas Maritime Training Activity (MTA) Philindo 2023, tiba di Filipina, Minggu (24/9).
Dikutip dari keterangan Dispen Koarmada II, Senin (25/9), kedatangan dua KRI TNI AL itu disambut dan dikawal unsur Angkatan Laut Filipina, yaitu BRP Tinangag (PG-903) beserta sea riders ke demaga Captain Veloso Pier-Naval Base Rafael Ramos-Cebu.
Baca Juga: TNI AU Tawarkan Sensasi Terbang dengan Pesawat Tempur F-16 di TNI Fair 2023
Dansatgas MTA Philindo Kolonel Laut (P) Didik Kusyanto bersama Komandan KRI Sampari-628 Letkol Laut (P) Bekti Setiarso, dan Komandan KRI Hiu-634 Mayor Laut (P) Agung disambut pihak Angkatan Laut Filipina Kapten Raul A Regis (PN) dan Athan Manila Kolonel Laut (T) Bambang Wijanarko.

"Saya selaku Dansatgas Latma MTA Philindo berterimakasih dan berharap dengan latihan ini dapat memperkuat kerja sama serta pertahanan laut antarkedua negara kita," ungkap Didik.
Baca Juga: Peran Jaga Perang Dua KRI TNI AL di Laut Sulu Filipina
MTA Philindo 2023 adalah latihan bersama antara TNI AL dengan Angkatan Laut Filipina sebagai upaya meningkatkan profesionalisme personel angkatan laut kedua negara dalam rangka menjaga dan mengamankan perbatasan laut.
Peserta latihan bersama ini melibatkan dua unsur KRI Koarmada II, yaitu KRI Sampari-628, KRI Hiu-634 sedangkan Angkatan Laut Filipina melibatkan BRP Gener Tinangag (PG-903), BRP Ramon Alcaraz (PS16), BRP Batak (LC299), dan BRP Enrique Jurado (PC371). (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































