Satgas Kizi TNI Konga XXXVII-J Minusca Car Bangun Hanggar Pesawat UN Airport

Jakarta, IDM - Satgas Kizi TNI Konga XXXVII-J Minusca Car mengerahkan personel dan alat berat zeni, guna mendukung pembangunan hanggar pesawat di UN Airport, Mpoko Super Camp, Bangui.
Baca Juga: Menhan Prabowo dan KSAL Bahas Postur Kekuatan TNI AL 2024
Dilansir keterangan dari Dispenad, Jumat, (3/5) pembangunan hanggar ini merupakan Task Order (TO) dari UN kepada Engineering Section (ES), yang kemudian memerintahkan kepada Indo Eng Coy dengan dibantu oleh kontraktor dari Cina dan beberapa personel dari Egypt Heavy Transport dalam pengerjaannya.
"Hanggar tersebut nantinya akan difungsikan sebagai tempat dimana pesawat maupun helikopter milik UN melakukan maintenance maupun perbaikan," tulis keterangan Dispenad.
Baca Juga: KRI Bawal-875 Akan Ikuti Latihan Kesiapan Operasi SAR di Perairan Sorong
Alat berat zeni yang dikerahkan dalam mendukung pekerjaan ini, yakni satu unit crane dan satu unit Forklift. Kedua alat berat tersebut tentunya membutuhkan ketelitian serta kemampuan yang tinggi dalam operasional kerjanya. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































