Satgas Kizi 37-J Minusca, Ada yang Pulang dan Kembali ke Daerah Konflik Afrika

Jakarta, IDM – Ada yang pulang, ada pula yang kembali, tugas tetap dijalankan. Begitulah gambaran dari satuan tugas (Satgas) Kizi TNI Konga XXXVII-J Minusca.
Pada hari Kamis, (21/11) kemarin, bertempat di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, sebanyak 240 prajurit kembali ke tanah air. Mereka telah rampung melaksanakan Misi Perdamaian di Afrika Tengah, disambut dengan pengalungan bunga oleh Komandan PMPP TNI dan dilanjutkan sujud syukur bersama ungkapan bahagia selesaikan misi dengan selamat.

"Penyambutan kalian semua di tempat ini adalah wujud kebanggaan saya, tidak ada yang lebih membanggakan bagi seorang Komandan ketika menyambut dan menerima kembali para prajuritnya dari medan tugas operasi dengan membawa keberhasilan dalam mengemban tugas negara yang dipercayakan dunia sebagai pasukan perdamaian di Minusca," kata Komandan PMPP TNI Taufik Budi Santoso dikutip keterangan dari Penerangan PMPP, Minggu, (24/11).
Baca Juga: Kapuskersin Tekankan Peran Penting Diplomasi Militer
Hal yang sama terjadi saat pemberangkatan kembali yang berjumlah 240 orang dibawah pimpinan Letkol Czi M. Imvan Ibrahim sebagai Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) untuk mengemban tugas pada Misi Pemeliharaan Perdamaian Dunia untuk Afrika Tenggah.

Tangis haru keluarga melepaskan kepergian keluarga prajurit ini. Komandan PMPP TNI menyampaikan bahwa rencana tahun depan akan diselenggarakan pemilu lokal yang pertama sejak 1998, sehingga perlu penyesuaian dan adaptasi yang cepat.
Baca Juga: Kemhan Komitmen Perkuat Pertahanan di Wilayah Strategis Pulau Morotai
"Kalian adalah Duta Bangsa yang merupakan tugas luhur dalam menjaga ketertiban dunia, Jaga kehormatan diri, TNI dan Bangsa, hindari pelanggaran sekecil apapun ikuti semua regulasi, ketentuan dan Code of Conduct dari UN, jangan kecewakan harapan keluarga dirumah dan seluruh masyarakat Indonesia," pesan Komandan PMPP.
Selama penugasan, satgas ini banyak menerima pengahargaan dunia dan juga penghargaan dari wilayah setempat. Hal itu membuktikan bahwa Pasukan Garuda mampu menjadi Duta Bangsa yang membanggakan Negara Indonesia. (rr)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































