Satgas Indobatt XXIII-R Kenalkan Makanan dan Budaya Nusantara di Lebanon Selatan

Jakarta, IDM – Satgas Indobatt XXIII-R Unifil memperkenalkan makanan dan budaya Indonesia di Lebanon Selatan. Momen ini terjadi saat kunjungan Komandan Sektor Timur (Sector East Commander), Brigadier General Fernando Ruiz Gomez di Markas Indobatt beberapa waktu lalu.

Dilansir keterangan PMPP TNI, Sabtu, (11/1) Brigadier General Fernando Ruiz Gomez yang menyapa seluruh Prajurit Kompi C (UNP 9-2), kemudian Kompi A (UNP 9-63 dan UNP 9-15) dan mengecek kesiapan Observation Post dan Shelter disambut dengan tarian "Prawiro Watang" yang berasal dari Surakarta dan drumben Moroloka.
Baca Juga: Serda Amin Ilhamudin, Anak Petani Lulusan Terbaik Bintara TNI AD
Setelah sesi paparan resmi oleh Dansatgas, Dansektor menikmati sajian khas Indonesia, seperti kue apem, bakwan, rendang dan rawon. Di penghujung acara, Dansatgas memberikan cenderamata berupa blangkon, keris dan wayang kulit Hanoman.

Sector East Commander sangat bangga dan berterimakasih atas sambutan yang diberikan kepadanya.
Baca Juga: Yonif 751 Sosialisasikan Gedung Logistik BNPB kepada Warga Distrik Agandugume
“Prajurit Indobatt memiliki integritas, profesionalisme dan dedikasi yang tinggi dalam melaksanakan. Terima kasih atas loyalitas dan semangat kalian selama ini, tetap jaga kesehatan serta jaga faktor keamanan selama melaksanakan misi di Lebanon Selatan “ tegasnya. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































