HANKAM

Satgas Gulbencal dan Yonif TP 905/TS Salurkan Logistik Berjalan Kaki di Sumatra Utara

Prajurit TNI AD
Prajurit TNI AD menyalurkan logistik dengan berjalan kaki karena faktor medan yang tidak dapat dilintasi kendaraan. (Foto: Dok. Dispenad)

Jakarta, IDM – Satgas Penanggulangan Bencana Alam (Gulbencal) Kodam I Bukit Barisan bersama prajurit Yonif TP 905 Trikora Sakti menyalurkan logistik kepada masyarakat Desa Bonan Dolok, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatra Utara, Minggu (28/12).

Meski ditempuh melalui medan yang sulit dan cuaca buruk, para personel TNI dengan berjalan kaki terus bergerak untuk memastikan bantuan diterima masyarakat.

Kapendam I Bukit Barisan, Kolonel Inf Asrul Kurniawan Harahap, menyampaikan bahwa langkah prajurit yang tetap berjalan kaki di tengah cuaca buruk adalah komitmen TNI dalam membantu masyarakat.

Baca Juga: TNI-Polri Bersinergi Bangun Jembatan Darurat di Agam, Warga Terisolasi Kembali Terhubung

“Melalui Satgas Gulbencal, prajurit TNI tetap hadir dan berjuang memastikan bantuan kemanusiaan tersalurkan kepada masyarakat, meskipun harus ditempuh dengan berjalan kaki di tengah cuaca dan medan yang berat,” ujarnya dalam keterangan pers yang diterima, Senin (29/12).

Seperti diketahui, akses menuju desa terhambat akibat hujan lebat yang menyebabkan jalan licin, tanah lengket, tanjakan curam, bekas longsoran, serta pohon tumbang yang menutup jalur.

Kondisi tersebut membuat kendaraan tidak dapat melintas, sehingga pendistribusian logistik dilakukan secara manual dengan memanggul bantuan melewati medan berat.

Penyaluran logistik dilakukan melalui dua kali pelangsiran dengan berjalan kaki. Sebanyak 70 paket bantuan berhasil disalurkan langsung kepada masyarakat Desa Bonan Dolok.

Baca Juga: TNI AD Terjunkan Ratusan Prajurit Bersihkan Pasar di Aceh Tamiang

Sementara itu, 30 paket bantuan lainnya diamankan sementara di area hutan dengan dilapisi ponco (jas hujan lebar) guna menjaga kondisi logistik tetap baik, sebelum dilanjutkan pendistribusiannya saat situasi lebih aman.

Dalam penyaluran logistik tersebut, tercatat sebanyak 19 personel tergabung yang terdiri atas 14 prajurit Yonif TP 905/TS, dua Babinsa, dan personel Satgas.

Seluruh personel dalam kondisi lengkap dan tetap berada di sekitar wilayah sasaran sambil menunggu cuaca memungkinkan untuk pergerakan lanjutan. (nhn)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Prajurit Denjaka

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut

Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.