Satbravo 90 - US AFSOC Tingkatkan Interoperabilitas Pasukan Khusus dalam JCET Teak Iron 2025

Jakarta, IDM – Komandan Satuan Bravo (Satbravo) 90 Komando Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat) Kolonel Pas Ruly Arifian secara resmi membuka latihan bersama (latma) Joint Combined Exchange Training (JCET) Teak Iron 2025 di aula Batalyon 469 Kopasgat, Medan, Senin (9/6).
Dalam latihan yang digelar selama 14 hari ini, Satbravo 90 Kopasgat bersama United States Air Force Special Operations Command (US AFSOC) akan mengasah kemampuan dan meningkatkan interoperabilitas mereka sebagai pasukan khusus dalam berbagai operasi taktis.
Baca Juga: Fincantieri dan PMM Teken Kerja Sama Strategis untuk Atasi Tantangan Bawah Air
Komandan Satbravo 90 menyebut latma ini sebagai tonggak penting untuk memperkuat kerja sama bilateral pertahanan di antara TNI AU dan US AFSOC.

"Latihan serupa diharapkan akan terus berlanjut di masa mendatang demi menghadapi tantangan keamanan global serta menjaga stabilitas regional," ungkap Kolonel Pas Ruly dikutip dari keterangan foto dalam instagram @militer.udara, Jumat (13/6).
Baca Juga: KSAD Gelar Pertemuan Bilateral dengan Tujuh Delegasi Negara Sahabat, Ini yang Dibahas
Ia menambahkan, keberhasilan JCET Teak Iron 2025 dapat menjadi landasan krusial bagi kolaborasi pertahanan yang lebih solid dan berkelanjutan di antara pasukan khusus kedua negara. (yas)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































