Latihan bersama (Latma) Direct Action Ground Reconnaissance (DAGR) 2026 resmi berakhir, menandai rampungnya rangkaian latihan untuk meningkatkan interoperabilitas Korps Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat) TNI Angkatan Udara (TNI AU) dengan United States Air Force Special Operations Command (US AFSOC).
Korps Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat) dan Air Force Special Operations Command (US AFSOC) meningkatkan interoperabilitas dalam operasi khusus dan operasi udara melalui latihan bersama (Latma) Military to Miltary Connection (MTMC) Direct Action Ground Reconnaissance (DAGR) Tahun Anggaran 2026.
Komando Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat) mengasah interoperabilitas dan kemampuan taktis bersama United States Air Force Special Operations Command (US AFSOC) dalam latihan bersama (latma) Direct Action Ground Reconnaissance (DAGR) 2025.
Satuan Bravo (Satbravo) 90 Komando Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat) dan United States Air Force Special Operations Command (US AFSOC) meningkatkan kapasitas tempur hingga interoperabilitas dalam latihan bersama (latma) Joint Combined Exchange Training (JCET) Teak Iron 2025.
Komandan Satuan Bravo (Satbravo) 90 Komando Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat) Kolonel Pas Ruly Arifian secara resmi membuka latihan bersama (Latma) Joint Combined Exchange Training (JCET) Teak Iron 2025 di aula Batalyon 469 Kopasgat, Medan, Senin (9/6).
TNI Angkatan Udara (TNI AU) bersama dengan 320th Special Tactics Squadron (320th STS) United States Air Force Special Operations Command (US AFSOC) berecana untuk menggelar latihan bersama (Latma) Joint Combined Exchange Trainig (JCET) Teak Iron 2025 sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kapabilitas tempur.