Satbravo 90 Kopasgat Unjuk Kemampuan Khusus di Hadapan Panglima TNI dan KSAU

Jakarta, IDM - Satuan Bravo (Satbravo) 90 Komando Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat) TNI Angkatan Udara (TNI AU) menggelar demonstrasi kemampuan khusus saat Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto melakukan kunjungan kerja ke Markas Satbravo 90 di Rumpin, Bogor, Jawa Barat, Jumat (12/1).
Dalam kunjungan kali ini, Panglima TNI didampingi oleh Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo.
Satbravo 90 Kopasgat tampil di bawah pimpinan Komandan Satbravo, Kolonel Pas Asep Dicky Lukman Wijaya. Adapun prajurit yang terlibat dalam sejumlah aksi khusus ini merupakan prajurit dari detasemen-detasemen yang dimiliki Satbravo 90, yaitu Detasemen 901 Intelijen, Detasemen 902 Aksi Khusus, serta Detasemen 903 Bantuan Khusus.
Baca Juga: Jelang HUT Ke-73 Dispenad, Personel Penerangan Kostrad Ziarah Ke TMPN Kalibata
Kemampuan khusus yang ditampilkan meliputi Fast Rope Insertion Extraction System (Fries), K9, Chemical Biological Radiological Nuclear (CBRN), Settup Ladder Fast Rope, Explosive Ordnance Disposal (EOD), Marksmanship Transition, Sniper Fast, Driving Technique dan Tembak Tempur Ofensif (TTO).
Melansir keterangan TNI AU, Sabtu (13/1), Fries merupakan metode yang digunakan untuk menurunkan pasukan atau mengevakuasi personel dengan cepat. Sementara itu, K9 adalah kemampuan penyergapan dengan menggunakan anjing pelacak.
“Selanjutnya penampilan CBRN adalah atraksi untuk menanggulangi ancaman terhadap radioaktif maupun virus. Atraksi dilanjutkan dengan EOD yang merupakan kemampuan menjinakkan bom menggunakan robot penjinak, sedangkan Settup Ladder Fast Rope merupakan penyergapan dengan cara terjun menggunakan tali dari tangga ransus dan bela diri taktis,” sambung TNI AU.
Baca Juga: Dukung Program Ketahanan Pangan Pemerintah, Lanud SMH Palembang Lakukan Penaburan Benih Ikan

Kemampuan khusus lainnya yang ditampilkan adalah Marksmanship Transition yang merupakan kemampuan menembak target secara cepat, tepat, efektif, dan efisien dengan berbagai jarak target.
Kemudian terdapat kemampuan menembak cepat jarak jauh yang disebut dengan Sniper Fast. Sementara itu teknik mengendarai kendaraan khusus (ransus) dikenal dengan Driving Technique. Dan yang terakhir adalah penampilan Tembak Tempur Ofensif, yaitu teknik menembak berpindah tempat, menyerang dengan mendekati musuh.
Keseluruhan penampilan prajurit Satbravo 90 Kopasgat mendapat apresiasi langsung dari Panglima TNI. Jenderal TNI Agus menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya. Dengan penampilan yang disuguhkan, itu berarti prajurit Satbravo 90 merupakan prajurit yang tangguh dan profesional.
Baca Juga: Panglima TNI Ungkap Rencana Kenaikan Pangkat Dankormar Bintang 3
“Prajurit Satbravo 90 harus tumbuh menjadi Ksatria Baret Jingga yang PRIMA, setia kepada NKRI, terampil dalam pertempuran khusus, dan selalu berhasil dalam setiap pelaksanaan tugas,” pesan Panglima TNI.
Selain demonstrasi kemampuan, Satbravo 90 Kopasgat juga menggelar static show dengan menunjukkan beragam pesenjataan dan peralatan yang mereka miliki. Di antaranya senjata khusus jenis Submachine Gun (SMG) serta alat penembak/jamer drone, yang berfungsi menembak drone serta memblokir sinyal kontrol drone musuh.
Kemudian terdapat detektor radioaktif yang berfungsi untuk mendeteksi adanya ancaman bahaya nuklir, serta beragam perlengkapan pasukan katak yang berfungsi untuk infiltrasi bawah laut. (yas)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































