HANKAM

Satbravo 90 Kopasgat dan US Marine Gelar Latihan Pertempuran Jarak Dekat

Personel Satbravo 90 Kopasgat dan US Marine
Personel Satbravo 90 Kopasgat dan US Marine saat melakukan latihan Close Quarter Battle (CQB). (Foto: Dok. Instagram @militer.udara)

Jakarta, IDM - Satbravo 90 Kopasgat dan Korps Marinir Amerika Serikat (US Marine) menggelar latihan bersama Close Quarter Battle (CQB) di Pekanbaru, Minggu (18/6).

Latihan pertempuran jarak dekat ini digelar dengan tujuan untuk memberi pengetahuan maupun teknik dasar bergerak dan bermanuver dalam ruangan. Pada kesempatan yang sama, pasukan elite kedua negara juga mempelajari prinsip kecepatan dan daya kejut maksimal yang digunakan dalam pertempuran jarak dekat.

Baca Juga: Babinsa Rejang Lebong Dapat Bantuan 60 Motor dari Kemhan

“CQB sekaligus digelar untuk mengetahui hal-hal yang dapat membahayakan dan cara berkomunikasi saat melaksanakan pertempuran jarak dekat,” tulis TNI AU dalam keterangan foto di instagram @militer.udara.

Personel Satbravo 90 Kopasgat dan US Marine
Personel Satbravo 90 Kopasgat dan US Marine saat melakukan latihan Tactical Combat Casualty Care (TCCC). (Foto: Dok. Instagram @militer.udara)

Latihan CQB merupakan rangkaian dari pelaksanaan latihan bersama (Latma) Direct Action Ground Reconnaissance (DAGR) Military To Military Connection (M2MC) antara pasukan khusus Satbravo 90 Kopasgat dan US Marine.

Selain berlatih CQB, Danden 902 Aksus Satbravo 90 Kopasgat, Mayor Pas Novieary Jacky menungkapkan, jika pasukan elite kedua negara juga berlatih materi Tactical Combat Casualty Care (TCCC).

Baca Juga: Asah Strategi dan Taktik Dogfight, Pesawat Tempur F-16 dan USAF Lakukan Duel Air Combat Tactic

TCCC merupakan teknik kesehatan lapangan yang dilaksanakan oleh pasukan di medan pertempuran sebelum mendapatkan penanganan kesehatan di tingkat yang lebih tinggi, yakni rumah sakit. Dengan demikian, maka angka kematian di medan tempur juga dapat diminimalisir.

"Melalui latihan TCCC, setiap prajurit mengetahui tindakan dan langkah pertama yang harus diambil ketika terjadi luka (tembakan) di tengah pertempuran. Selain itu, kita juga lebih mengenal dan menggerti alat alat medis level Advance yang dimiliki oleh Operator Pasukan Khusus Amerika Serikat saat bertempur serta mengerti cara penggunaan alat alat tersebut," ungkap Novieary. (yas)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.