HANKAM

Sasar Standar Global, TNI AL Bakal Uji Coba Program Navigasi S-100 September Ini

Komandan Pushidrosal Laksdya Budi Purwanto
Komandan Pushidrosal Laksdya Budi Purwanto (kanan) bertukar cinderamata dengan Head of Partnering and Engagement Asia Pacific UKHO Timothy William Lewis, di Jakarta, Rabu (20/5). (Foto: Dok. Pen Pushidrosal)

Jakarta, IDM – TNI AL bersiap melakukan lompatan besar dalam modernisasi sistem pemetaan laut domestik. Pusat Hidro-Oseanografi Angkatan Laut (Pushidrosal) menjadwalkan uji coba laut (sea trial) untuk program navigasi mutakhir berskala internasional, yakni S-100 series, pada September 2026 mendatang.

Rencana strategis tersebut matang saat Komandan Pushidrosal Laksdya Budi Purwanto menerima kunjungan Kepala Kemitraan dan Keterlibatan Asia Pasifik dari Kantor Hidrografi Kerajaan Inggris atau The United Kingdom Hydrographic Office (UKHO), Timothy William Lewis, di Jakarta, Rabu (20/5).

Kolaborasi bilateral ini bertujuan mempererat hubungan kerja sama sektor hidro-oseanografi antara Pushidrosal dengan UKHO. Fokus utama kemitraan mengarah pada pengembangan peta navigasi elektronik (Electronic Navigational Chart/ENC) serta implementasi standar global S-100 demi menjamin keselamatan pelayaran dan memperkokoh keamanan maritim internasional.

Baca Juga: TNI AD Bekali Prajurit Kemampuan Anti-Drone di Perbatasan Indonesia-Malaysia

Budi mengapresiasi sinergi yang telah terbangun kokoh bersama UKHO selama ini. Pertemuan ini sekaligus menjadi momentum krusial bagi Indonesia untuk memperkuat posisi tawar dalam menghadapi dinamisnya perkembangan teknologi pemetaan laut dunia.

Apalagi, agenda tatap muka tersebut langsung membedah sejumlah poin vital yang menjadi arah masa depan peta laut kedua negara.

"Agenda pertemuan membahas berbagai hal strategis, di antaranya perkembangan program S-100 series Pushidrosal, rencana pelaksanaan S-100 Sea Trial Indonesia pada September mendatang, pembaruan kerja sama produksi peta laut, hingga pembahasan draf Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara Pushidrosal dan UKHO periode 2026–2029," jelas Budi, dikutip dari keterangan Pen Pushidrosal, Kamis (21/5).

Baca Juga: Banyak Jalur Laut Terbuka, TNI AL Perketat Pengawasan WNA di Maluku

Selain menggodok draf regulasi untuk tiga tahun ke depan, kedua otoritas juga mendiskusikan peluang peningkatan kapasitas personel. Aspek peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui program pendidikan dan pelatihan hidrografi menjadi poin penting yang disepakati bersama untuk mendukung keberlanjutan proyek.

Melalui kemitraan jangka panjang ini, Pushidrosal berharap mampu menyajikan data kelautan yang akurat untuk menyokong pertahanan negara, navigasi yang aman, serta percepatan pembangunan bahari nasional. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.