HANKAM

Sambut Nataru, Lanud Anang Busra Kerahkan Pesawat Casa Bantu Mobilisasi Penumpang-Barang di Perbatasan

Pesawat Casa C-212
Lanud Anang Busra mengerahkan pesawat Casa C-212 untuk membantu mobilisasi masyarakat dan barang dalam rangka menyambut Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. (Foto: Dok. Lanud Anang Busra)

Jakarta, IDM – TNI Angkatan Udara melalui Pangkalan TNI AU (Lanud) Anang Busra mengerahkan pesawat Casa C-212 untuk membantu mobilisasi masyarakat dan barang dalam rangka menyambut Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

Pengerahan pesawat Casa itu merupakan tindak lanjut Lanud Anang Busra bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara dan tokoh masyarakat dalam memfasilitasi secara langsung kebutuhan serta harapan masyarakat menjelang libur Nataru, khususnya terkait kelancaran transportasi udara.

“TNI AU melalui Lanud Anang Busra kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung masyarakat perbatasan dengan mendengarkan aspirasi masyarakat di wilayah Krayan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, dalam rangka Nataru,” tutur Komandan Lanud Anang Busra Marsma TNI Andreas A. Dhewo dalam keterangan tertulis, Rabu (24/12).

Baca Juga: Wakasal Ingatkan Disiplin dan Soliditas Prajurit di Misi Bencana Sumatra

Danlanud menyampaikan bahwa keterbatasan akses transportasi darat dan kondisi geografis Krayan yang berada di wilayah perbatasan membuat dukungan transportasi udara sangat vital.

Oleh karena itu, TNI AU hadir memastikan kelancaran distribusi penumpang maupun logistik kebutuhan pokok agar aktivitas masyarakat berjalan aman dan lancar.

“Melalui kegiatan ini, TNI AU hadir dan mendengarkan aspirasi masyarakat serta memberikan solusi nyata, khususnya dalam mendukung mobilitas penumpang dan barang jelang Nataru di perbatasan,” kata Andreas.

Baca Juga: Lewat Pelayaran Kartika Jala Krida 2026, TNI AL Siapkan Taruna AAL jadi Duta Promosi UMKM

Danlanud mengatakan, walaupun kegiatan operasi penanggulangan bencana di wilayah Sumatra masih berlangsung dan melibatkan puluhan pesawat, TNI AU tetap mengirimkan satu pesawatnya ke Lanud Anang Busra Tarakan.

Adapun pesawat Casa tersebut dijadwalkan beroperasi pada 25-27 Desember 2025 dengan rute Tarakan-Krayan-Tarakan.

Bantuan mobilisasi ini mencakup pengangkutan penumpang, kebutuhan pokok serta barang lain menggunakan pesawat Casa TNI AU yang beroperasi dari Tarakan menuju wilayah Krayan.

Baca Juga: TNI AL Terima Unit Kedua Kapal PPA Italia KRI Prabu Siliwangi-321

“Diharapkan, langkah ini dapat membantu menekan disparitas harga serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang merayakan Natal dan menyambut Tahun Baru,” kata Danlanud.

Danlanud Anang Busra menyatakan akan terus bersinergi dengan berbagai pihak untuk mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di wilayah perbatasan.

“Sekaligus memperkuat kehadiran negara hingga ke daerah terluar, terdepan, dan terpencil (3T) di wilayah Kaltara,” ujar Danlanud. (nma)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.