Sambut HUT TNI ke-78, TNI AD Akan Gelar Pameran Hingga Lomba Jurnalistik

Jakarta, IDM - Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Hamim Tohari menyebut dalam waktu dekat pihaknya akan menggelar pameran hingga lomba jurnalistik. Hal ini diungkapkannya saat menggelar acara "Coffe Morning Kadispenad Bersama Awak Media" di Mabesad, Rabu, (13/9).
"Menyambut HUT ke-78 TNI nanti dalam waktu dekat kami menyelenggarakan pameran TNI AD, terus nanti ada pembukaan TMMD ke-118 di seluruh wilayah Indonesia. Ada lomba karya jurnalistik terkait TMMD jadi teman-teman silakan media elektronik, cetak dan online bisa mengikuti, selanjutnya nanti ada acara puncaknya di Monas," kata Hamim.
Baca Juga: TNI AU Gelar Pendidikan dan Pelatihan Crew Resources Management untuk Awak Pesawat
Pada kesempatan tersebut Hamim juga meminta media sebagai poros informasi ke depan bisa mengademkan suasana terutama sekarang sudah mendekati tahun politik.
"Fungsi pers dalam melakukan pendidikan ke masyarakat punya kewajiban moral yang sama menjaga bangsa dan negara dan mendekati kontestasi politik, banyak dinamika di luar sana, peran kita mengademkan suasana dengan informasi-informasi," kata Hamim. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































