Sambut HUT RI ke-78, Anak-Anak Bersama Satgas Yonif MR 411 Kostrad Kibarkan Bendera Merah Putih

Jakarta, IDM - Satgas Mobile Batalyon Infanteri Mekanis Raider 411/Pandawa bersama anak-anak di daerah Kabupaten Nduga menyambut peringatan HUT kemerdekaan Indonesia ke-78 dengan penuh semangat memasang puluhan bendera merah putih di sekeliling pos Kotis Kenyam.
Selain itu memasang bendera merah putih, Dansatgas Mobile Yonif Mekanis Raider 411/Pandawa Kostrad Letkol Inf Subandi mengatakan, jika kegiatan lainnya meliputi makan bersama dengan TNI-Polri, pemerintah Nduga dan masyarakat.
"Ini merupakan bagian dari merayakan peringatan hari ulang tahun ke-78 Republik Indonesia, kegiatan positif sebagai wujud kecintaan kita kepada NKRI, nantinya kita juga akan melaksanakan kegiatan-kegiatan sosial dan perlombaan untuk memeriahkannya," terang Subandi.
Baca Juga: Jelang Pergantian Jabatan, Pangkoarmada II Laksanakan Admiral Inspection
Kegiatan ini, lanjutnya, merupakan wujud ekspresi ekspresi dalam rangka menyambut HUT RI ke-78 pada tanggal 17 Agustus 2023 nanti, dalam kesempatan ini kita mengajak anak-anak, polwan Polres Nduga untuk memasang bendera merah putih yang bertujuan untuk menanamkan semangat nasionalisme para generasi bangsa. (nhn)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































