Sambut HUT ke-81 RI, Korem 051 Wijayakarta Sulap Kampung jadi “Kawah Candradimuka” Generasi Muda

Jakarta, IDM – Semangat menyambut HUT ke-81 Republik Indonesia tidak hanya diwujudkan melalui upacara dan berbagai kegiatan seremonial.
Korem 051 Wijayakarta memilih menghadirkan ruang pembinaan masyarakat yang menyentuh langsung kehidupan warga melalui pendirian Kampung Pancasila di RW 03, Kelurahan Depok Jaya, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok.
Menariknya, Kampung Pancasila dibangun dengan mengubah ruang terbuka yang sebelumnya lebih banyak digunakan sebagai tempat nongkrong atau sekadar transit menjadi ruang kreatif, edukatif, sekaligus produktif bagi masyarakat, khususnya generasi muda.
Langkah ini menjadi upaya Korem 051 Wijayakarta untuk menghidupkan kembali nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari sekaligus membangun ketahanan sosial dari lingkungan paling dekat dengan masyarakat.
“Berlokasi di RW 03, Kelurahan Depok Jaya, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok, Kampung Pancasila menjadi ruang nyata untuk membentuk karakter masyarakat, terutama generasi muda, agar tumbuh menjadi pribadi yang tangguh, berintegritas, dan memiliki wawasan kebangsaan,” ujar personel Korem 051 Wijayakarta sekaligus Babinsa Kelurahan Depok Jaya, Sertu TNI Awan Juliansyah.
Baca Juga: Bantu Penanganan Gempa NTT, TNI Kerahkan 1.267 Personel dan Dirikan 21 Tenda Lapangan
Konsep Kampung Pancasila tidak hanya menyasar kalangan pemuda. Korem 051 Wijayakarta juga mendorong penanaman nilai-nilai kebangsaan sejak usia dini melalui lingkungan pendidikan anak dan pelayanan masyarakat.
Di lingkungan PAUD, personel Korem 051 Wijayakarta turut terlibat sebagai guru pendamping. Anak-anak diajak mengenal Pancasila dan wawasan kebangsaan dengan pendekatan yang menyenangkan dan sesuai dengan dunia mereka.
“Untuk di lingkungan PAUD, personel Korem 051 Wijayakarta turut menjadi guru pendamping,” tutur Sertu Awan.
Awan menyebut pengenalan nilai kebangsaan dilakukan melalui cerita mengenai perjuangan para pahlawan yang dipadukan dengan kegiatan menggambar.
Sehingga nilai persatuan, gotong royong, cinta Tanah Air, dan penghormatan terhadap jasa pahlawan diperkenalkan tanpa membuat anak-anak merasa sedang mengikuti pembelajaran formal.
Sementara di posyandu, edukasi mengenai nilai-nilai kebaikan, kebersamaan, dan kepedulian sosial juga diberikan kepada para ibu. Dengan demikian, pembinaan karakter tidak hanya diarahkan kepada anak, tetapi turut diperkuat melalui lingkungan keluarga.
Baca Juga: KSAU Ungkap Atraksi Pesawat TNI AU di HUT RI, Bentuk Formasi 81 hingga Manuver Rafale
Salah satu daya tarik utama Kampung Pancasila adalah pemanfaatan ruang terbuka yang sebelumnya hanya menjadi lokasi berkumpul warga.
Kini, kata Awan, ruang tersebut diarahkan menjadi pusat aktivitas produktif. Generasi muda dapat berinteraksi, belajar, sekaligus mengembangkan keterampilan yang memiliki potensi ekonomi.
“Di tempat ini, mereka dapat berinteraksi, belajar, sekaligus mengembangkan potensi kewirausahaan. Mulai dari budidaya magot, kolam peternakan ikan, hingga bank sampah,” papar Sertu Awan.
Menurutnya, kegiatan ini tidak sekadar memberikan aktivitas alternatif bagi anak muda, tetapi juga mengenalkan konsep kewirausahaan berbasis lingkungan dan pemanfaatan sumber daya yang ada di sekitar masyarakat.
“Dari pengelolaan sampah, budidaya magot, hingga peternakan ikan, generasi muda diperkenalkan pada kegiatan yang memiliki potensi ekonomi,” lanjutnya.
Adanya Kampung Pancasila diharapkan menjadi salah satu cara mencegah generasi muda terjerumus ke berbagai aktivitas negatif.
Baca Juga: KSAU: TNI AU Siagakan Personel hingga Alutsista Bantu Penanganan Gempa NTT
“Sehingga tidak mudah terjerumus dalam tawuran, penyalahgunaan narkoba, maupun berbagai perilaku negatif lainnya,” imbuh Sertu Awan.
Warga Depok pun memberikan apresiasi terhadap langkah Korem 051 Wijayakarta tersebut.
Menurut Bagus Fajar, Kampung Pancasila menunjukkan bahwa pembentukan karakter generasi muda dapat dilakukan melalui ruang yang kreatif, terbuka, dan dekat dengan kehidupan mereka.
“Ruang kreatif yang dekat dengan kehidupan anak muda, dapat menjadi sarana menanamkan nilai kebangsaan, sekaligus membangun kemandirian dan jiwa kewirausahaan,” ujarnya.
Bagus menilai Kampung Pancasila memiliki arti penting di tengah tantangan yang dihadapi generasi muda. Ketika anak-anak muda diberikan ruang untuk berkegiatan secara positif, mereka tidak hanya mendapatkan pengetahuan, tetapi juga kesempatan membangun jejaring, kreativitas, dan kemandirian.
“Dari lingkungan kecil, nilai-nilai Pancasila ditanamkan, untuk menyiapkan generasi muda yang tangguh dan berkarakter, menuju Indonesia Emas 2045,” tandas Bagus.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































